Pemprov DKI Tak Pernah Instruksikan Larang Hidayat Jadi Khotib

Pemprov DKI Tak Pernah Instruksikan Larang Hidayat Jadi Khotib

- detikNews
Jumat, 04 Mei 2012 14:15 WIB
Pemprov DKI Tak Pernah Instruksikan Larang Hidayat Jadi Khotib
Jakarta -

Hidayat Nur Wahid, salah satu bakal calon Gubernur DKI Jakarta, sempat tidak boleh menjadi khotib salat jumat di Pulau Panggang, Kepulauan Seribu. Pemrov DKI memastikan tidak pernah melarang Hidayat atau bakal calon lainnya menjadi khotib di masjid.

"Kita nggak pernah mengeluarkan (kebijakan) seperti itu. Mungkin salah mengerti pihak masjidnya dengan apa yang disampaikan KPUD atau Panwas bahwa masjid tidak boleh dijadikan tempat kampanye," ujar juru bicara Pemprov DKI, Cucu Ahmad Kurnia, saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (4/5/2012).

Cucu menduga karena Hidayat merupakan salah satu bakal calon gubernur lalu pengurus masjid menilai apa yang dilakukan Hidayat di masjid adalah bentuk kampanye. Karena salah mengerti, akhirnya Hidayat sempat dilarang menjadi khotib.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tentang aturan kampanye, KPUD dan Panwas yang lebih tahu. Mungkin (pengurus masjid) salah dengar atau salah mengerti," imbuh Cucu.

Aturan main kampanye dan tetek bengek pilkada DKI menjadi wewenang KPUD. Karena itu jika masyarakat kurang memahaminya dipersilakan bertanya ke KPUD.

Sebelumnya, setengah jam sebelum salat jumat digelar, pihak Hidayat yang sedang berada di Masjid An-Ni'mah, Pulau Panggang, mendapat informasi Hidayat tidak boleh menjadi khotib. Bendahara Masjid An-Ni'mah, Kamaluddin, memberi tahu SMS yang dikirimkan ketua masjid, Mahfudi. "Maaf bos info baru bahwa pihak kelurahan, kecamatan, bahkan bupati tidak mengizinkan Pak Nurwahid naik khotib. Maaf beribu maaf, saya nggak ada pilihan lain. Imbasnya nama masjid akan jelek di pemerintahan," begitu isi SMS tersebut.

Mengetahui hal itu, Ketua DPD PKS Kepulauan Seribu, Nauval Abuzar, dan anggota DPRD DKI dari PKS, Tubagus Arif, lantas mengkonfirmasi ke ketua masjid. Mereka pun menggelar dialog. Dalam dialog tersebut, Mahfudi mengaku takut karena malam sebelumnya mengaku mendapat informasi dari staf pemerintahan yang intinya ada imbauan melarang Hidayat menjadi khotib.

"Kalau nggak boleh nggak apa-apa. Tapi masa Pak Foke boleh masuk ke masjid, kok Pak Hidayat nggak bisa. Ini kan untuk berdakwah, bukan untuk kampanye," ujar Tubagus.

"Saya bahkan sempat jadi gemetar dan sakit-sakitan karena itu," ucap Mahfudi.

Namun entah bagaimana, akhirnya Hidayat tetap menjadi khotib salat jumat siang itu di Masjid Panggang.

(/nrl)


Berita Terkait