Howard Bersikeras Tolak Kompensasi untuk Korban Bom Bali
Jumat, 13 Agu 2004 10:28 WIB
Jakarta -
Sebagian besar korban tragedi bom Bali adalah warga negara Australia. Namun Perdana Menteri (PM) Australia, John Howard menolak untuk memberikan kompensasi kepada para korban. Howard berdalih, pemerintah Australia telah memberikan bantuan yang sangat berarti dalam bentuk medis, finansial, perjalanan dan dukungan lainnya bagi para korban bom dan keluarga mereka.Howard tetap bersikeras untuk menolak desakan bahwa pemerintah harus membayar kompensasi. "Sejak dulu saya tidak mendukung soal kompensasi dan saya tidak melihat alasan apapun untuk mengubah posisi saya soal itu," tukas Howard."Ini peristiwa yang terjadi di negara lain dan orang-orang yang bertanggung jawab kini sedang ditangani sesuai dengan hukum Indonesia," tutur pemimpin negeri Kangguru itu."Namun saya tidak yakin bahwa ini adalah kasus yang sepantasnya mendapat kompensasi dari pemerintah Australia," tegas Howard seperti dilansir Sydney Morning Herald, Jumat (13/8/2004).Sebanyak 202 orang tewas dalam pengeboman di Kuta, Bali pada Oktober 2002 silam. Dari jumlah itu, 88 korban diantaranya adalah warga negara Australia.
(ita/)










































