Versi Humas Polda: Sapudin Jatuh Bukan Cari Sinyal, Tapi Bantu Teman

Versi Humas Polda: Sapudin Jatuh Bukan Cari Sinyal, Tapi Bantu Teman

Chazizah Gusnita - detikNews
Jumat, 04 Mei 2012 11:37 WIB
Jakarta -

Polisi memiliki dua versi yang berbeda tentang kematian Sapudin Wijaya (26) yang tewas terjatuh dari lantai 18 Sovereign Plaza, Jl TB Simatupang, Jakarta Selatan. Bila Kabag Ops Polres Jaksel menyebut Sapudin tewas setelah berusaha mencari sinyal ponsel, versi berbeda dikemukakan Humas Polda Metro Jaya.

Humas Polda Metro Jaya dalam situsnya menceritakan, Sapudin berniat menolong temannya. Temannya saat itu terjebak di gondola yang macet di lantai 18.

"Menurut keterangan saksi, Tri Haryanto, 31 tahun, rekan korban, kepada petugas Polres Metro Jakarta Selatan, awal kejadian rekan korban bernama Budi Irianto dan Salman menghubungi Sapudin, karena gondola macet di lantai 18," tulis Humas Polda, Jumat (4/5/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah itu, Sapudin yang awalnya berada di lantai dasar kemudian naik lift ke lantai 22. Dari lantai 22, Sapudin turun dengan menggunakan tambang yang terikat di pinggangnya menuju lantai 18 tempat gondola macet.

"Sebelum sampai ke gondola di lantai 18, Sapudin terjatuh karena ikatan tali pinggangnya lepas," ujarnya.

Tubuh Sapudin lantas membentur kaca yang ada di lantai 18, sebelum kemudian terhempas di dasar bangunan yang berlantai beton.

"Saat itu juga Sapudin tewas," tulis Humas Polda.

Ayah satu anak ini mengalami luka di bagian kepala, tangan, dan kaki. Jenazah korban kemudian dibawa ke RS Fatmawati untuk dilakukan visum.

Sementara itu, Kasubag Humas Polres Jakarta Selatan Kompol Aswin mengatakan Sapudin kala itu sedang berada di lantai 22. Ia dihubungi oleh rekannya yang terjebak di gondola yang macet di lantai 18. Sapudin kemudian turun ke lantai 18 dengan menggunakan tali. Karena ikatannya tidak kuat dan terlepas, Sapudin jatuh.

"Dia turun pakai tali seperti turun tebing gitu. Tapi macet dan talinya terlepas dan jatuh," ujarnya.

Sebelumnya detikcom mendapat cerita berbeda dari Kabag Ops Polres Jakarta Selatan, AKBP Yossie Prihambodo. Yossie mengatakan Sapudin menaiki lantai 18 gedung tersebut untuk mencari sinyal. Sapudin naik ke lantai 18 dengan menggunakan gondola. Gondola ini macet dan Sapudin harus turun dengan menggunakan tali tambang.

Saat bergelayutan itu, tubuh Sapudin terbentur kaca dan terjatuh dari lantai 18 gedung tersebut.

(gus/nrl)


Berita Terkait