Pengumuman SPMB Biasa Saja
Jumat, 13 Agu 2004 09:30 WIB
Jakarta - Jumat (13/8/2004) hasil Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) diumumkan lewat media massa maupun suplemen yang dibagikan panitia. Suasana pengumuman biasa-biasa saja.Hal itu setidaknya tampak di Kampus UI Salemba, Jl.Salemba Raya, Jakpus. Sejak pukul 08.30 WIB hingga 09.30 WIB, hanya belasan peserta SPMB saja yang tampak. Mereka khusus mengambil suplemen pengumuman yang dibagikan secara gratis di loket Sekretariat Panitia Tetap SPMB 2004.Peserta SPMB itu datang sendirian, bersama orangtuanya atau bersama temannya. Mereka datang bergelombang. Suasananya tidak mencolok. Bisa jadi karena peserta SPMB sudah banyak yang membaca pengumuman lewat koran terbitan hari ini atau lewat situs wwww.spmb.or.id yang sudah bisa diklik sejak pukul 18.00 WIB, Kamis kemarin.Sejumlah peserta SPMB yang tidak diterima di PTN favoritnya yang ditemui detikcom juga tampak biasa-biasa saja. Misalnya saja Rini Widyastuti asal Purwokerto. Dia mengincar kuliah di Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Alasannya, biayanya lebih murah dan tidak ada biaya gedung atau uang pangkal seperti UI."Tidak diterima, aku biasa-biasa saja. Nggak terlalu sedih, karena aku sudah berusaha maksimal," kata Rini. Orangtua Rini sudah mencarikan sekolah cadangan untuknya yaitu Sekolah Tinggi Manajemen Industri di Cempaka Putih.Peserta SPMB yang gagal lainnya adalah Badrul, pemuda asal Sampang-Madura. Dia mengaku biasa-biasa saja tidak diterima di UI. "Tapi saya belum tahu mau ke mana setelah gagal masuk UI," katanya.Sementara itu, entah bagaimana mendapatkannya, pedagang koran banyak yang mendapatkan suplemen pengumuman SPMB yang dikeluarkan panitia SPMB. Padahal untuk mendapatkan suplemen gratis itu, peserta harus menukarkannya dengan kartu peserta ujian. Pedagang koran menjual suplemen itu Rp 5.000.Sekretaris Panitia Tetap Pusat SPMB Prof Dr. Soesmalijah Soewondo menyatakan, pengumuman sampai ke tangan pedagang koran dan dijual dengan harga Rp 5.000, karena media massa mengajukan permohonan untuk mencetak pengumuman itu. "Kenapa sampai media karena mereka mengajukan permohonan ke kita untuk mencetak. Kita memberikan kepada mereka 1 eksemplar disertai dengan surat perjanjian yang isinya akan mencetak dan tidak menggunakan untuk keperluan lain," jelas Soemalijah. Ditambahkan, panitia mencetak pengumuman SPMB sebanyak 16.850 eksemplar. Pengumuman dibagi dalam 5 edisi yakni edisi pertama untuk Sumatera. Kedua, edisi untuk Sulawesi, Maluku, Kalimantan dan Papua. Edisi ketiga untuk DIY dan Jateng. Empat untuk Jatim, Bali dan Nusa tenggara. Dan edisi ke lima untuk DKI dan Jabar.UGM Terima 1.011 SajaSuasana sepi juga terasa di Yogyakarta yang dikenal sebagai Kota Pelajar. Sejumlah peserta SPMB tampak mengambil suplemen pengumuman di Humas UGM di Bulaksumur.Lewar jalur SPMB, UGM hanya menerima 1.011 mahasiswa baru. Sebelumnya universitas tua itu sudah mengadakan Ujian Masuk (UM) dan menerima 4.134 orang.UGM juga menerima mahasiswa baru tanpa ujian tulisa lewat pemilihan bibit unggul pemerintah daerah yang dibiayai pemda se-RI atau perusahaan multinasional. Jumlahnya 157 orang.Selain itu juga menerima mahasiswa baru lewat jalur Pemilihan Bibit Unggul Berprestasi sebanyak 23 orang dan Pemilihan Bibit Unggul Tidak Mampu sebanyak 57 orang. Lewat dua jalur ini, UGM menyediakan beasiswa maksimal selama 8 semester.
(nrl/)











































