Sekitar 50 warga komunitas Ambon di Jakarta dan Kota Depok, menggeruduk Mapolsek Sukmajaya, Jalan Kebahagiaan Raya, Depok, Jabar, Kamis (3/5/2012). Mereka meminta polisi mengusut kematian temannya yang dikeroyok karena dituduh mencuri jemuran.
Cristoppel P Gasperz (45), anggota komunitas Ambon itu, ditemukan tewas di Kampung Sidomukti, Sukamaju, Cilodong, Depok, Selasa (2/5/) dini hari. Informasi yang dikumpulkan, penjual pulsa HP tersebut dituduh mencuri jemuran.
Dayan Riad Gaspersz (42), adik Cristoppel, mengatakan, mustahil korban mencuri jemuran. Pasalnya, selama ini korban bukan pengangguran. Korban punya usaha di Depok dan Pasar Minggu Jakarta Selatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nggak mungkin dia curi jemuran. Pasti ada sebab lain, sehingga dia sampai dikeroyok," imbuhnya.
Dayan menambahkan, jika tidak diusut tuntas, maka dikhawatirkan teman Cristoppel akan menuntut balas. "Jadi kami minta polisi transparan," tandasnya.
Sekitar 60 personel kepolisian bersiaga. Tampak pula personel bersenjata laras panjang dari Polresta Depok. Awalnya kondisi sempat tegang, namun kemudian suasana perlahan mereda.
Kapolsek Sukmajaya AKP Fitria Mega memastikan menyelidiki kasus tersebut dan sempat menunjukkan surat pengambilan jenazah Cristoppel. "Kemarin, kami belum dapat data dan indentitas dari korban pengeroyokan itu. Tidak ada yang kami tutup-tutupi," katanya.
(trw/trw)











































