"Saya kira itu cuma senda gurau saja. Saya tidak melihat itu sebagai sesuatu yang serius. Mungkin Pak Ical juga tidak sengaja mengatakannya," kata Agung Laksono, di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (3/5/2012).
Menurut Agung, kata 'minum' bisa diartikan minum apa saja. Tak selalu berarti mabuk akibat minum minuman keras sebagai mana Muntasir permasalahkan. Karena itu, dia menilai hal itu tidak perlu berujung sampai ke pengadilan atau kepolisian.
"Jadi saya anggap sebagai tindakan yang tidak secara otomatis merendahkan," tegasnya.
Mantan Ketua DPR yang saat ini menjabat sebagai Menko Kesra ini menegaskan, aksi Muntasir bukan tanda-tanda perpecahan di Golkar. Dia yakin, sang ketua umum mempunyai penjelasan masuk akal terkait persoalan ini.
"Nanti bisa dijelaskan oleh Ical maksudnya seperti apa. Tidak ada penghinaan, jadi tidak perlu sampai ke kepolisian," ucapnya.
(mad/lh)











































