Menurut warga, Halimah mengatakan, korban dan pelaku terlibat pertengkaran hebat dan nyaris terlibat baku hantam. Tiba-tiba terdengar dua kali letusan dan tubuh korban tersungkur ke tanah bersimbah darah. Pelaku kemudian melarikan diri.
"Saya tidak lihat, tetapi mendengar dua kali tembakan. Karena takut, saya langsung tutup pintu rumah," kata Halimah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hampir satu jam setelah kejadian baru polisi tiba di lokasi. Nomor kantor polisinya tidak aktif saat dihubungi," kata Halimah.
Warga kemudian berupaya menyelamatkan korban dengan membawa korban ke Rumah Sakit (RS) Martondi, Jl. Letda Sujono, sekitar 1 kilometer dari lokasi kejadian. Namun korban akhirnya menghembuskan napas terakhir sebelum sempat mendapat perawatan akibat luka tembak pada bagian rusuk kanan.
Tim identifikasi Polresta Medan yang tiba di lokasi kejadian langsung melakukan olah TKP. Namun petugas tidak menemukan selongsong peluru dari lokasi kejadian.
Kapolresta Medan, Kombes Pol Monang Situmorang mengatakan, petugas belum dapat memastikan apa motif penembakan korban. Selain itu, Monang juga enggan berasumsi tewasnya korban akibat pertengkaran.
"Apa motifnya, masih diselidiki. Belum ada data akurat yang mengarah motif dan penyebab penembakan," kata Monang.
Guna mendukung penyelidikan, jenazah korban kemudian dirujuk ke ruang instalasi jenazah Rumah Sakit Umum (RSU) Pirngadi Medan untuk diautopsi.
(rul/try)











































