ICW Minta Kemendikbud Buka Jawaban UN SMP yang Diduga Bocor

ICW Minta Kemendikbud Buka Jawaban UN SMP yang Diduga Bocor

- detikNews
Kamis, 03 Mei 2012 14:56 WIB
Jakarta - Indonesia Corruption Watch (ICW) meminta lembar jawaban Ujian Nasional tingkat SMP 2012 kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Mereka berniat mencocokkannya dengan lembar jawaban yang diterima dari sejumlah guru dari Tangerang yang melaporkan terjadinya kebocoran soal UN di sekolah mereka.

Permintaan tersebut disampaikannya di Posko Pengaduan dan Informasi UN Kemendikbud, Jl Sudirman, Jakarta, Kamis (3/5/2012). Sekaligus pada kesempatan siang ini dia meneruskan dugaan terjadinya kebocoran jawaban soal UN mata pelajaran Bahasa Inggris, IPA dan Matematika yang dilaporkan oleh guru sebuah SMP di Tangerang.

"Kita berharap mendapatkan kunci jawaban untuk dibandingkan dengan yang kita terima dari pelapor," kata Febri Hendri, Ketua Divisi Monitoring Publik ICW.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, hanya dengan membuka lembar jawaban yang asli maka bisa diketahui validitas dari kunci jawaban yang beredar. Bila ternyata banyak jawaban yang cocok, maka itu sudah merupakan indikasi kuat bahwa terjadi kebocoran dalam proses penyusunan atau pencetakan soal UN.

"Kalau ternyata bocor, artinya sistem keamanan UN tidak bisa diandalkan," sambung Febri.

Menanggapi pengaduan dari ICW, Kabid Humas Kemendikbud Suyono menyatakan pihaknya akan menindaklanjutinya segera. Pengaduan terjadinya kebocoran jawaban untuk tiga mata pelajaran tersebut diteruskan kepada Staf Penilaian Pendidikan selalu pihak yang berwenang mengambil tindakan.

"Kalau terbukti soal itu bocor, maka bisa dilakukan ujian ulangan," ujarnya.

Namun khusus mengenai permintaan membuka lembar jawaban, Suyono menegaskan tidak dapat memenuhinya. Informasi mengenai jawaban soal UN merupakan salah satu yang tidak dapat disebarluaskan kepada masyarakat sebab hanya diperuntukkan bagi petugas yang memeriksa jawaban siswa peserta UN bersangkutan.

"Informasi soal jawaban itu sifatnya tertutup," tegas Suyono.



(lh/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads