Permintaan tersebut disampaikannya di Posko Pengaduan dan Informasi UN Kemendikbud, Jl Sudirman, Jakarta, Kamis (3/5/2012). Sekaligus pada kesempatan siang ini dia meneruskan dugaan terjadinya kebocoran jawaban soal UN mata pelajaran Bahasa Inggris, IPA dan Matematika yang dilaporkan oleh guru sebuah SMP di Tangerang.
"Kita berharap mendapatkan kunci jawaban untuk dibandingkan dengan yang kita terima dari pelapor," kata Febri Hendri, Ketua Divisi Monitoring Publik ICW.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau ternyata bocor, artinya sistem keamanan UN tidak bisa diandalkan," sambung Febri.
Menanggapi pengaduan dari ICW, Kabid Humas Kemendikbud Suyono menyatakan pihaknya akan menindaklanjutinya segera. Pengaduan terjadinya kebocoran jawaban untuk tiga mata pelajaran tersebut diteruskan kepada Staf Penilaian Pendidikan selalu pihak yang berwenang mengambil tindakan.
"Kalau terbukti soal itu bocor, maka bisa dilakukan ujian ulangan," ujarnya.
Namun khusus mengenai permintaan membuka lembar jawaban, Suyono menegaskan tidak dapat memenuhinya. Informasi mengenai jawaban soal UN merupakan salah satu yang tidak dapat disebarluaskan kepada masyarakat sebab hanya diperuntukkan bagi petugas yang memeriksa jawaban siswa peserta UN bersangkutan.
"Informasi soal jawaban itu sifatnya tertutup," tegas Suyono.
(lh/nrl)











































