"Saya tanya bagaimana, katanya cukup ini terakhir. Sudah cukup saya kira. Sebentar kok tadi pertanyaannya sedikit kok. Jadi memang data ini hanya data pendukung saja. Itu hanya beberapa dokumen surat pimpinan, surat pimpinan Banggar, surat saya, sudah," kata Anis kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (3/5/2012).
Anis mengaku tak ditanya sama sekali soal tudingan Wa Ode. Dia mengaku hanya dimintai penjelasan soal surat menyurat Banggar dan Menkeu.
"Nggak ada pertanyaan soal itu sama sekali. Yang disebut saya mengubah itu soal apa, saya nggak tahu dokumen yang mana, saya tidak tahu Wa Ode ngomong apa, yang mana yang diubah. Coba tanya ke Wa Ode yang dimaksud itu dokumen mana. Sebab saya tanya ke KPK dokumen itu ada atau tidak kata KPK tidak ada. Orang kalau melakukan kesalahan tidak mau sendirian cari kawan," kata Anis.
Anis malah mendorong KPK mengungkap aliran dana Wa Ode. Agar jelas ke mana aliran dana tersebut.
"Lebih bagus penikmat dana suap Wa Ode perlu diusut. Saya juga sampaikan sebenarnya lebih relevan menelusuri aliran dana tersebut. Ini siapa aja yang menikmati uang Wa Ode ini kemana saja. Tapi kalau ini TPPU saya kira nanti kena juga," tegasnya.
(van/mok)











































