Bus Trans Bandar Lampung
Kasus teranyar terjadi pada Selasa (1/5) kemarin. Bus Trans Bandar Lampung sampai dirusak dan dipecahkan kaca-kacanya oleh puluhan sopir angkot dengan menggunakan batu dan kayu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ugal-ugalan. Hal ini yang selalu dikeluhkan oleh pengguna angkutan umum. Bukan tidak mungkin pengguna angkutan umum itu kembali menggunakan kendaraan pribadi.
Saat diresmikan pada 26 September 2011 lalu oleh Wali Kota Bandar Lampung Herman HN, di halaman kantor Pemkot Bandar Lampung, bus ini bertujuan menciptakan ketertiban lalu lintas yang aman dan nyaman. 60 Bus untuk tahap pertama disediakan untuk melayani berbagai trayek ke Lampung.
Namun, angkot yang trayeknya masih berlaku masih diizinkan beroperasi. Bus ini untuk mengimbangi angkot-angkot yang izin trayeknya sudah habis.
Kebijakan Pemkot Bandar Lampung memang tidak lagi ada penambahan baru untuk transportasi umum jenis angkot. Sehingga pada tahun 2015, semua transportasi umum dilayani bus ber-AC ini.
Bus Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway Bekasi-Jakarta (APTB/Feeder)
Pengoperasian APTB ini diresmikan Gubenur DKI Jakarta Fauzi Bowo pada Rabu 28 Maret 2012 di pool Hiba Utama, Jakarta Timur. Pada tahap awal APTB, direncanakan beroperasi dengan rute angkutan perbatasan yaitu Pulogadung-Bekasi, dan Kampung Rambutan-Bekasi.
Rute pertama APTB melintasi 20,1 kilometer dengan lintasan Pulogadung-Jalan Raya Bekasi-Masuk Tol Cakung-Tol JORR-Tol Cikampek-keluar Tol Bekasi Barat-Jl Cut Mutia-Terminal Bekasi.
Lalu rute kedua akan sepanjang 24 kilometer yang melintasi Terminal Kampung Rambutan-masuk tol Kampung Rambutan-Tol JORR-Tol Cikampek-keluar Tol Bekasi Timur-Jalan Joyomartono-Jalan Ir H Juanda-Terminal Bekasi
Tarifnya, ditetapkan sebesar Rp 9.500/orang, sudah termasuk tarif bus TransJ sebesar Rp 3.500.
"Rute pertama yang dilintasi adalah Terminal Pulogadung-Bekasi yang terintegrasi dengan Koridor II (Pulogadung-Harmoni), dan Koridor IV (Pulogadung-Dukuh Atas 2). Rute kedua adalah Kampung Rambutan-Bekasi terintegrasi dengan Koridor VII (Kampung Rambutan-Kampung Melayu)," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono dalam keterangan tertulis, Selasa (27/3/2012) lalu.
Feeder yang langsung terintegrasi busway di DKI Jakarta ini tentu disambut positif pengguna transportasi umum. Apalagi, feeder ini bertujuan mengurangi kendaraan di DKI sebesar 17 persen. Namun apa yang terjadi?
Sosialisasi feeder ini mendapatkan perlawanan dari pengusaha bus dan Koperasi Angkutan Bekasi (Koasi). Bahkan sosialisasi ini berakhir ricuh. Para pengusaha bus umum dan Koasi manilai feeder busway ini adalah pemaksaan dan mereka merasa tidak dilibatkan. Mengenai masalah peremajaan angkot, mereka mengaku belum memiliki dana untuk meremajakan armadanya.
Padahal, Kadishub DKI Jakarta Udar Pristono pernah memaparkan, dari Bekasi ke Pulogadung setiap harinya ada 423 ribu penumpang, di mana 51 persen naik sepeda motor, 29 persen naik mobil, 16 persen naik angkutan umum, dan 3 persen naik kereta api. Melihat angka ini, maka sasaran APTB bukanlah angkutan umum tapi pengguna mobil dan sepeda motor.
"Dari tarifnya saja sudah beda. Kalau yang angkutan 3/4 itu kan Rp 2.000, ini Rp 9.500. Selain itu layanan juga beda. Yang satu bolak-balik stop, kalau ini point to point service. Sasarannya adalah kendaraan pribadi. Kalau sampai dihadang, tidak ada alasan. Jangan menunggu situasi kondusif baru jalan, tapi kondusif itu harus diciptakan," paparnya.
Dia yakin hanya segelintir orang yang tidak setuju dengan pengoperasian feeder busway. Pris bahkan curiga ada preman yang turut bermain. Karena itu bila gerakan pengacau ini sudah terendus, petugas keamanan bisa segera mengamankan yang bersangkutan.
"Di DKI aman, sedangkan di Bekasi masih dihadang angkutan umum yang lama. Ini bukan masalah transportasi dan manajemen transportasi, tetapi masalah keamanan. Jadi tolong petugas keamanan di Bekasi untuk menertibkannya," pinta Pris.
Padahal, tidak cuma feeder busway ke Bekasi saja, Pemkot DKI yang berkoordinasi dengan Pemkot sekitar Bodetabek juga akan membuat feeder Depok-Jakarta dan Tangerang-Jakarta. Seiring meningkatnya peristiwa kriminal di angkot, seperti pemerkosaan hingga pembunuhan, tentulah feeder busway ini sangat dinanti.
Pristono memperkirakan ada sekitar 2 juta orang dari daerah-daerah di sekitar Jakarta, kecuali Bekasi, yang bisa menggunakan jasa bus feeder ini. Sasaran pengadaan bus ini bukanlah pengguna angkutan umum, melainkan orang-orang yang masih menggunakan kendaraan pribadi seperti mobil dan sepeda motor.
Bila terus menghadapi resistensi dari pengusaha dan sopir angkot, sampai kapan pengguna angkutan umum di Jabodetabek bisa menikmati angkutan kota yang aman, nyaman dan layak?
(nwk/nrl)











































