Terancam Kedaluwarsa, AJI Ingatkan Polri Usut Tuntas Kasus Udin

- detikNews
Kamis, 03 Mei 2012 13:31 WIB
Jakarta - 16 Tahun berlalu, kasus pembunuhan yang menimpa wartawan Bernas, Yogyakarta, Fuad Muhammad Syarifuddin (Udin) belum juga menemukan titik terang pelaku pembunuhan. Aliansi Jurnalis Independen (AJI) mengingatkan Polri untuk mengungkap pelaku pembunuhan Udin.

"Kasus Udin terancam kedaluwarsa 16 Agustus 2014 dan kasus Udin terancam tidak bisa diadili," kata Ketua Divisi Advokasi AJI, Aryo Wisanggeni, dalam orasi aksi memperingati Hari Kebebasan Pers Internasional, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jaksel, Kamis (3/5/).

Aryo mengatakan, bila Polri tidak berhasil menyeret pelaku pembunuhan Udin ke meja hijau, pihaknya khawatir kasus-kasus penghilangan nyawa wartawan lainnya juga tak akan terungkap. Aryo menjelaskan, semestinya Polri berani mengusut kasus Udin sejak lepas dari cengkeraman ABRI. Aryo menduga Polri sulit mengusut kasus Udin karena saat itu Kepala Polri berdiri sejajar dengan Kepala Staf yang ada di TNI.

Udin digadang-gadang dibunuh terkait pemberitaan yang menyangkut penyimpangan dana yang melibatkan Bupati Bantul saat itu Sri Roso Sudaremo, yang merupakan Kolonel dari Angkatan Darat. Dalam perkara tersebut, Polri menyeret tersangka Dwi Sumadji atau Dwi ke persidangan dengan pasal pembunuhan berencana (340 KUHP).

"Namun hakim membebaskan terdakwa. Dan seharusnya Polisi mulai mencari pelaku sebenarnya," jelas Aryo.

AJI mencatat sebanyak 8 wartawan, termasuk Udin, tewas dalam tugas peliputan dan hingga saat ini belum juga berhasil diungkap Polri.

Delapan nama itu adalah, Naimullah (Sinar Pagi), Agus Mulyawan (Asia Press), Muhammad Jamaluddin (TVRI), Ersa Siregar (RCTI), Herliyanto (Jurnalis lepas Tabloid Delta, Sidoarjo), Adriansyah Matra'is Wibisono (Jurnalis TV lokal di Merauke), Alfred Mirulewan (Tabloid Pelangi), dan Fuad Muhammad Syarifuddin (Bernas).

"Kita meminta polisi fokus pada kasus pembunuhan, khususnya Udin. Jadi, penting punya komitmen penuntasan kasus Udin. Bila tidak bisa diadili, tidak diungkap semakin pesimis kita Polri mengungkap kasus pembunuhan jurnalis lainnya," papar Aryo.

AJI, Aryo menambahkan, mencatat 43 kasus kekerasan terhadap wartawan dalam rentang waktu 1 Mei 2011 hingga 30 April 2012. Kasus itu meliputi perampasan kaset wartawan saat meliput aksi penolakan BBM beberapa waktu lalu, pelemparan air keras yang mengenai beberapa jurnalis yang tengah meliput demonstrasi BBM.

Kemudian, kasus pemukulan wartawan di Cirebon saat hendak meminta konfirmasi, dan pemeriksaan seluruh awak Sumedang Ekspres di Polres Sumedang.

"Lebih dari 70 persen tidak terselesaikan," tegas Aryo.

Aksi diikuti sekitar belasan wartawan yang tergabung dalam AJI. Berbagai poster dibawa dalam aksi damai tersebut seperti 'Adili pembunuh Udin' dan 'Stop kriminalisasi jurnalis'.

"Kami menuntut supaya kasus-kasus pembunuhan terhadap jurnalis segera diungkap, kalau tidak kami mengancam pemboikotan pemberitaan di sektor kepolisian," teriak salah seorang orator aksi.


(ahy/mok)