Kapolres Rohil, AKPB Auliansyah Lubis mengungkapkan hal itu dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (3/5/2012). Menurutnya, pelaku bernama Chandra, warga Kecamatan Pujut, Kabupaten Rohil.
"Pelaku terpaksa kita lumpuhkan karena saat akan ditangkap justru mengancam anggota dengan sebilah parang. Kita sudah peringatkan, tapi tetap mengancam membunuh. Saat kita lumpuhkan terkena bagian dada kanannya dan tewas," kata Auliansyah.
Berdasarkan keterangan Kapolres, saat malam kejadian, Chandra tengah mabuk dengan mengisap lem merek 'Kambing' di dekat pos polisi. Aipda Girsang yang juga kepala pos polisi itu, menegur pelaku. Tapi pelaku justru marah-marah sambil meninggalkan pos polisi.
Tak lama kemudian, ternyata Chandra kembali ke pos tersebut. Pelaku memaki-maki korban. Saat dikejar, pelaku melarikan diri ke semak-semak. Korban sempat mengarahkan tembakan peringatan sebanyak dua kali.
Aipda Girsang memerintahkan salah seorang anggota untuk segera meminta bantuan. Di saat itulah, pelaku diam-diam sudah berada di belakang korban dan melayangkan parangnya.
"Ada 6 bacokan di sekujur tubuh korban. Sampai batok kepalanya pecah," ungkap Kapolres.
Setelah kejadian, masyarakat sekitar bersama anggota polisi berusaha mencari pelaku. Tapi keesokan harinya, pelaku baru bisa ditemukan setelah ada laporan dari warga. Pelaku melarikan diri sekitar 4 km dari lokasi kejadian.
"Saat kita suruh menyerah, pelaku malah mengancam membunuh anggota kita," kata Auliansyah.
Berdasarkan catatan pihak kepolisian, ternyata orangtua pelaku belum lama ini juga melapor ke polisi karena diancam dibunuh oleh pelaku. Ibu pelaku, bahkan sudah seminggu ini pulang kampung ke Bagansiapi-api, karena akan diancam dibunuh oleh anaknya sendiri.
"Pelaku sudah dimakamkan. Sedangkan anggota kita sore nanti baru dimakamkan," tutup Kapolres.
(cha/trw)










































