"Beliau pernah bercerita ingin kembali berjihad di Afghanistan," ujar Iqbal di Pengadilan Jakarta Barat, Jl S Parman, Kamis (3/5/2012).
Iqbal yang mengenakan batik cokelat mengenal Patek di Mindanao, Filipina, saat bergabung di MILF atau Front Pembebasan Islam Moro pada Maret 2003-September 2004. Iqbal mengaku dirinya dan dan Patek berperang melawan pemerintah Filipina yang menyerang kaum Muslim di Moro.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Briefing itu isinya memberikan evaluasi dan motivasi untuk bersabar saat jihad. Tapi yang menjadi leadernya adalah Dulmatin atau yang saya kenal di sana adalah Said Ali," kata Iqbal.
Iqbal saat itu mengenal Patek dengan nama samaran Mike atau Mikail. Iqbal bahkan baru tahu nama Patek dari pemberitaan di Indonesia pada 2007.
Iqbal juga mengetahui Patek merupakan anggota Jamaah Islamiyah dari pemberitaan. Iqbal pun tidak mengetahui istri Patek.
"Saya tidak pernah menanyakan istri beliau karena untuk kami menanyakan istri adalah tabu," tutur Iqbal.
Sejak pulang ke Indonesia pada 2004, Iqbal mengaku tidak pernah berhubungan
lagi dengan Patek. "Sejak saya pulang tidak pernah berhubungan lagi sampai pada sidang hari ini," ucap Iqbal.
Umar Patek mendengarkan dengan seksama penjelasan Iqbal. Dia mengenakan baju koko tanpa peci. Sidang dilanjutkan pada Senin 7 Mei dengan agenda pemeriksaan terdakwa.
(nik/vit)











































