"Itu videonya sepotong. Kapten itu sempat dipiting, dicekik, dan dibanting. Karena emosi, kemudian Kapten A membela diri dan mengambil senjata serta tongkat," kata Kasubdis Penum TNI AD Letkol Zainal Muttaqien saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (3/5/2012).
Zainal menyebut senjata yang digunakan itu air soft gun. Peristiwa itu terjadi pada Senin (30/4). "Kapten itu kan badannya kecil, sedang dia pemotor itu badannya besar," jelas Zainal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat itu Kapten A turun dari mobil dan mengecek kendaraannya, karena tidak ada kerusakan masuk lagi ke mobil. Kemudian dia menutup pintu mobil, tetapi pemotor itu menendang pintu mobilnya. Kapten A keluar dan malah dipiting dan dibanting. Karena itu dia kembali mengambil pistol dan tongkat," urai Zainal.
(ndr/nrl)










































