"Kalau masih tetap diganggu dalam hal ini keselamatan penumpang, dengan terpaksa kami hentikan operasionalnya dan itu ada dasarnya," ujar Kepala Humas PT KAI Daops I, Mateta Rizalulhaq, saat berbincang dengan detikcom, Kamis (3/5/2012).
Penyanderaan yang dilakukan penumpang di Stasiun Daru, Tangerang, telah membuat jadwal operasional kereta api. Bahkan, lanjut Mateta, penyanderaan itu bisa membahayakan keselamatan penumpang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mateta menyesalkan ;erusakan itu. "Jangan dirusak sarana yang ada," katanya. Saat ini, jalur transportasi kereta dari Rangkasbitung-Jakarta telah kembali normal.
Lebih lanjut Mateta menambahkan, untuk mengantisipai penyanderaan serupa di lain waktu, PT KAI meminta pemerintah untuk dapat menambahkan jumlah kereta ekonomi baru.
"Ini ketidaksiapan dan keterbatasan daya angkut kelas ekonomi untuk wilayah Rangkasbitung-Jakarta," ucapnya.
Tadi pagi, ratusan penumpang di Stasiun Daru, Tangerang, menyandera kereta api (KA) dengan rute Rangkasbitung-Jakarta. Penyanderaan ini dilakukan akibat adanya perubahan pola operasi pembatasan penumpang dengan jumlah maksimal 200 persen dari kapasitas gerbong.
Akibat aturan ini, kereta yang sudah penuh di stasiun asal tidak berhenti di beberapa stasiun. Mereka akan dilayani dengan kereta berikutnya. Aturan ini telah disosialisasikan sejak 2 bulan lalu. Para penumpang yang tak terangkut kereta protes dengan melakukan aksi menduduki rel. Protes ini membuat PT KAI menjalankan kebijakan lama yaitu meski kereta sudah sesak, tetap mengangkut penumpang.
(tfq/nrl)











































