Sekolah tersebut adalah SDN Palebon 01 Semarang. Budi, Wakil Kepala Sekolah SDN 01 Palebon diakibatkan karena faktor usia dan cuaca.
Ruangan yang mengalami kerusakan adalah ruang kelas 1, 2A, 3A dan ruang guru. Bahkan separuh dari ruangan kelas 2A sudah tidak memiliki eternit. Hal tersebut menurut Budi sangat mengganggu proses belajar mengajar.
"Jadi kalau ada angin agak kencang para siswa terkena rontokan kotoran yang berjatuhan dari atap," kata Budi di SDN Palebon 01, Jalan Panda Raya, Semarang, Rabu (2/5/2012).
Akibat kondisi ruang kelas yang rusak, para siswa mengikuti pelajaran dengan perasaan was-was dan ekstra hati-hati. Siswa juga harus dipindahkan jika hujan deras mengguyur SD Palebon 01. Sebagai gantinya, mereka mengikuti pelajaran dengan berdesakan karena digabung di kelas lain.
Eternit dari beberapa ruangan ambruk sekitar sebulan lalu. Beruntung tidak ada siswa yang menjadi korban akibat peristiwa tersebut karena terjadi saat ruangan kosong. Namun seorang petugas TU sekolah sempat tertimpa eternit yang jatuh meski tidak mengakibatkan luka parah.
"Ada satu yang sempat kejatuhan, yaitu petugas TU. Alhamdulillah tidak apa-apa," ungkap Budi.
Pihak sekolah sendiri sudah pernah melayangkan permohonan bantuan perbaikan kepada Dinas Pendidikan Kota Semarang. Namun hingga kini belum ada respon dari Dinas Pendidikan.
"Kami sudah mengajukan ke Dinas Pendidikan satu bulan lalu, tapi belum ada jawaban hingga kini. Saya harap dengan momen Hardiknas yang jatuh pada hari ini pemerintah memperhatikan sekolah kami," tutup Budi.
(alg/trw)











































