Wakil Ketua Komisi Hukum DPR Nasir Djamil meminta Polisi Militer Angkatan Darat (Pomad) memberi hukuman kepada Kapten A, anggota TNI AD yang menjadi 'koboy Palmerah'. Ulah Kapten A dianggap arogan karena bertindak sewenang-wenang dengan mengeluarkan pistol mainan dan memukul pengendara motor.
"Saya minta POM TNI AD jangan melindungi si Kapten A ini, tapi harus memeriksanya dan menyidiknya. Apabila ada pelanggaran harus diberikan sanksi tegas," kata Nasir saat dihubungi wartawan, Rabu (2/5/2012).
Selain itu, POM diminta menyelidiki pistol mainan yang dibawa Kapten A. Apalagi Kapten A sempat melepaskan dua tembakan ke atas untuk menakuti pengendara motor yang bersenggolan dengan mobil yang dikendarai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Politikus PKS ini berharap TNI tidak memberi toleransi atas pelanggaran yang dilakukan anggotanya. "Sudah tidak ada tempatnya bagi sikap arogansi dengan korps ataupun simbol-simbol negara," ujar Nasir.
(fdn/ndr)











































