"Saya sangat menghargai kinerja Beliau dan Beliau mau menerima semua kritik-masukan saya dengan tidak hanya basa-basi tetapi sungguh-sungguh melakukannya dengan berbagai implementasi program kesehatan," kata anggota Komisi IX Nova Riyanti Yusuf saat dihubungi wartawan, Rabu (2/5/2012).
Anggota dewan yang akrab disapa Noriyu ini mengaku kehilangan sosok Endang, pekerja keras yang tetap memprioritaskan tugas di tengah sakit kanker paru yang diderita. Noriyu sempat menjenguk Menkes di RSCM pekan lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah masukan Noriyu yang mendapat respons cepat Endang adalah batalnya rencana membubarkan Direktorat Bina Kesehatan pada tahun 2010. Anggaran kesehatan jiwa dari Rp 9,5 M (2009) menjadi Rp 45 M pada tahun 2012
Ketiga, hotline pencegahan bunuh diri 500-454 yang diperbaiki sesuai permintaan dewan. Keempat, secara informal Endang menyetujui RUU Kesehatan Jiwa.
"Cepat merespons kalau di SMS urusan bencana seperti penanganan kesehatan jiwa di Merapi," sebut Noriyu.
(fdn/aan)











































