Siswa-siswi SD tersebut harus bergantian belajar dikelas. Sebagian siswa harus belajar di rumah penduduk dengan berdesak-desakan.
"Sudah sekitar 6 bulan ruang kelas tidak dipakai. Saat ini siswa yang belajar di rumah penduduk kelas 3 sekitar 50 siswa. Itupun harus berdesak-desakan," kata guru SDN 2 Sikapat, Lestari Uji Susilowati saat ditemui detikcom, Rabu (2/5/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dua ruang kelas 2 dan 3 serta 1 ruang guru ini memang sudah sejak tahun 1974 belum diperbaiki," jelasnya.
Dia mengungkapkan, untuk dana perbaikan ruang sekolah sebetulnya sudah turun. Namun untuk perbaikan ruang kelas, pihaknya masih menunggu bahan-bahan bangunan datang.
"Dana sudah turun, tapi kita tunggu setelah ujian siswa SD selesai," ungkapnya.
Dari pantauan detikcom, kerusakan di SDN 2 Sikapat terlihat di atap, asbes, dan kayu-kayu penyangga. Lantai becek karena air hujan. Bangku dan kursi yang tadinya berada di ruang kelas, sudah dipindah ke rumah penduduk untuk kegiatan belajar siswa kelas 3.
(/)










































