Kepala Bagian Humas Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, Edi Finandi, Rabu (2/5/2012), mengatakan hanya beberapa komputer saja yang masih bisa diselamatkan di dua kantor itu. Server e-KTP yang ada di Kantor Disdukcapil rusak.
"Tidak bisa melayani paling tidak seminggu ke depan," katanya saat dihubungi detikcom.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Edi mengungkapkan, badan perizinan membuat kantor darurat supaya tetap bisa melayani masyarakat. Kantor yang ada belum bisa dipakai. "Perlu waktu satu minggu supaya pelayanan perizinan bisa kembali normal," kata dia.
Edi menambahkan, ada dua kantor lain yang rusaknya lumayan parah, Kantor UPT Pasar dan kantor Kelurahan Kalianda. Dua kantor yang berdekatan dengan lokasi aksi itu mengalami kerusakan pada bagian kaca jendela dan pintu. "Selain itu hampir semua pot bunga di sekitar lokasi aksi hancur," kata dia.
Perusakan patung dipicu kemarahan masyarakat akibat pembangunan patung menggunakan dana APBD yang besarnya mencapai Rp 1,7 miliar. Masyarakat menganggap keberadaan patung tidak memberikan manfaat.
(trw/trw)










































