Pertemuan SBY dengan Akbar Tak Bahas Power Sharing
Jumat, 13 Agu 2004 01:11 WIB
Jakarta - Pertemuan antara capres Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dengan Ketua umum Partai Golkar Akbar Tandjung tidak membahas pembagian kekuasaan (power sharing). Pertemuan tidak direduksi menjadi pasar atau tempat transaksi jual beli.Demikian pernyataan SBY dan Akbar Tandjung sesuai pertemuan di di rumah dinas Akbar selaku Ketua DPR di kompleks perumahan pejabat tinggi negara, Jl Widya Chandra III No 10, Jakarta Selatan, Kamis (12/8/2004) pukul 22.45 WIB.Menurut SBY, ia tidak mereduksi pertemuan ini sebagai pasar atau tempat transaksi jual beli. "Saya kira tidak tepat pertemuan ini dikatakan demikian. Karena kami akan lebih melihat bagaimana bagusnya ke depan. Karena dalam aturan sistem yang kita anut ada yang berkoalisi dan ada yang di luar koalisi meskipun tidak disebut oposisi."Pembicaraan, jelas SBY, tidak memasuki wilayah power sharing dan political deal antara dirinya dengan Akbar. "Tapi kami sepakat karena saya menghormati Partai Golkar yang pada saatnya nanti, 15 Agustus, akan mengambil keputusan politik," katanya.Sementara Akbar menyatakan pertemuan ini sama seperti pertemuan dengan capres PDIP Megawati. "Ini pertemuan sama seperti pertemuan dengan Ibu Mega. Juga tidak ada pembicaraan-pembicaraan yang detil. Ini pembicaraan masalah bangsa," katanya.Pertemuan ini, menurut Akbar, tidak akan mengganggu kemungkinan koalisi Golkar dengan PDIP dalam pemilu presiden putaran kedua. "Tidak mengganggu akan dengan PDIP. Karena formalnya belum ada komitmen apapun," katanya menjawab pertanyaan wartawan.Menurut Akbar, dalam pertemuan ini ia menjelaskan tentang rencana Golkar menggelar rapimnas untuk menentukan koalisi. "Saya jelaskan kepada Pak Bambang, untuk mengambil keputusan itu ada tahapan-tahapannya. Di mana nanti kami akan putuskan dalam rapim Golkar 15 Agustus."Ditambahkan Akbar, jika diperlukan dirinya akan melakukan pembicaraan yang lebih detil untuk membahas arah koalisi. "Soal kami koalisi itu sudah menjadi keputusan kami, dan saya tahu Pak Bambang menghormatinya. Tapi ke arah mana koalisi kami belum membicarakan secara detil karena untuk itu masih ada waktu membicarakannya."Akbar juga menjelaskan dalam pertemuan itu keduanya sepakat tentang masalah-masalah yang dihadapi saat ini dan harus menjadi perhatian daripada para pemimpin. "Baik itu Pak Bambang sebagai capres maupun sebagai Ketua DPR sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, bagaimana kita mengatasi masalah ini," demikian Akbar Tandjung.
(gtp/)











































