Ribuan buruh di antaranya berasal dari serikat pekerja/serikat buruh yang tergabung Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia dan Konfederasi Serikat Nasional.
Dalam orasinya, para pekerja dan buruh mendesak pemerintah agar memperhatikan nasib buruh, meningkatkan upah dan kesejahteraan pekerja, penghapusan outsourcing, hentikan union busting dan perlindungan terhadap pekerja Indonesia di luar negeri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perjuangan buruh sama dengan perjuangan pemerintah untuk semua pekerja dan kita bahu membahu menyejahterakan pekerja dan buruh,” ujar Muhaimin dalam siaran pers.
Muhaimin mengatakan pemerintah dan buruh bukan berbeda, melainkan partner dalam bekerja sama. Pemerintah, pekerja dan pengusaha harus menyatukan kekuatan untuk memperjuangkan apa yang menjadi perjuangan bersama.
“Pada dasarnya pemerintah sama sekali tidak suka dengan sistem outsourcing dan berharap tidak ada sistem kerja dengan cara itu. Pemerintah akan superketat mengawasi penerapan sistem outsourcing, karena sebenarnya sistem itu menyengsarakan rakyat,” kata Muhaimin.
“Semua mengakui, outsourcing menyengsarakan para pekerja. Outsourcing harus tidak dilaksanakan secara membabi buta dan menyengsarakan. Kita sepakat pengawasan dan penegakan hukum harus dilakukan secara betul oleh pengawas ketenagakerjaan secara maksimal," ujar Muhaimin.
Dalam kesempatan itu,Muhaimin juga mengucapkan selamat hari buruh kepada seluruh pekerja dan buruh di seluruh Indonesia.
(nrl/nrl)











































