Kadiv Pemasyarakatan Banda Aceh, Jauhar Fardin, menerangkan insiden ini terjadi pagi hingga siang hari. Kejadian dipicu karena kesalahpahaman antara petugas Lapas dan beberapa oknum polisi yang menjenguk rekan mereka di tahanan.
"Awalnya ada tiga tahanan dari kepolisian karena narkoba. Mereka dipanggil untuk tanda tangan tapi nggak datang-datang. Ketika baru datang, mereka dimarahi petugas, lalu tidak terima dan merasa dikasari," kata Jauhar saat dikonfirmasi, Selasa (1/5/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat coba diselesaikan, yang datang ini marah lagi dan mukul meja kepala seksi sampai pecah," sambungnya.
Rupanya, aksi gebrak meja itu didengar oleh para napi dan petugas lainnya. Kericuhan pun tak terhindarkan. Para napi membela para petugas Lapas dan berusaha mengejar oknum polisi yang mengamuk di Lapas.
"Mereka karena merasa solidaritas, mereka marah sama polisi dan berusaha mengejar para polisi. Tapi karena ditahan akhirnya mereka lempar batu ke luar tahanan, tapi malah kena ruangan Kalapas dan beberapa seng bangunan," paparnya.
Tak lama setelah insiden itu, datanglah Kakanwil Kemenkum HAM Aceh, Kapolres Banda Aceh, dan petugas Propam. Mereka membicarakan akar masalah kerusuhan itu dan tercapailah kata damai. Sementara tahanan polisi yang berada di Lapas tersebut dipindahkan ke cabang rutan lain.
"Ada tahanan 4 orang napi 1 orang dipindahkan ke cabang rutan Lokma untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, untuk sementara jangan dulu masuk ke Lapas Banda Aceh. Sekarang sudah kondusif," tutupnya.
(mad/nrl)










































