Diduga Terlibat Kasus Hambalang, Anas Dipanggil KPK 2 Pekan Lagi

Diduga Terlibat Kasus Hambalang, Anas Dipanggil KPK 2 Pekan Lagi

- detikNews
Selasa, 01 Mei 2012 10:30 WIB
Diduga Terlibat Kasus Hambalang, Anas Dipanggil KPK 2 Pekan Lagi
Jakarta - KPK menduga ada keterlibatan Anas Urbaningrum di proyek Hambalang. Oleh karena itu, dalam waktu dekat KPK akan memanggil Ketua Umum Demokrat itu. Dalam 2 pekan mendatang Anas akan diperiksa.

Penelusuran detikcom, Anas sudah berkoordinasi dengan KPK mengenai pemanggilan ini. Ada jadwal Anas ke luar negeri yang tidak bisa ditinggalkan dan sudah direncanakan jauh hari sebelumnya.

KPK pun 'mengalah', meski tentunya tetap akan menjadwalkan pemeriksaan Anas. "Hasilnya, Anas baru akan dipanggil dua pekan lagi lah," bisik seorang penegak hukum, Selasa (1/5/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ditanya mengenai jadwal pemeriksaan ini Jubir KPK Johan Budi tidak tahu. "Saya belum mendapatkan jadwalnya tapi memang ada rencana untuk pemanggilan itu," ujar Johan.

KPK sendiri meyakini Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum terlibat dalam proyek pembangunan kompleks olahraga terpadu di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

Keyakinan KPK atas keterlibatan Anas dalam proyek Hambalang bernilai Rp1,52 triliun itu diungkapkan Ketua KPK Abraham Samad. Hal senada juga terlontar dari Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto.

Dua komisioner itu yakin setelah mendapatkan pengakuan anggota Komisi II DPR dari Fraksi Partai Demokrat, Ignatius Mulyono, bahwa dia diperintah Anas ikut membereskan sertifikat tanah untuk proyek Hambalang.

Ignatius diperiksa KPK pada 26 Maret. Saat itu, ia mengungkapkan Anas pernah meminta dirinya menanyakan penyelesaian sertifikat Hambalang kepada Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Joyo Winoto.

Ignatius menyebut Ketua Umum PD itu mengontaknya agar bisa melobi Ketua Badan Pertanahan Nasional (BPN) Joyo Winoto.

"Saya ditanya soal dimintai tolong oleh Pak Anas, soal tanah Menpora kok nggak selesai-selesai," tutur Ignatius usai menjalani pemeriksaan di kantor KPK, Jl Rasuna Said, Jaksel, pada Senin 26 Maret 2012.

Ignatius mengaku dimintai tolong Anas untuk menelepon Joyo pada akhir tahun 2009, pada saat Anas masih menjabat sebagai ketua fraksi. Dia menyebut itu merupakan permintaan tolong Anas, bukan suatu perintah.

"Nggak perintah itu minta tolong. Dia bilang tolong tanyain tanah Menpora belum selesai-selesai. Setelah itu saya hubungi Mas Joyo tapi nggak bisa-bisa. Lalu, saya telepon Sestama," tutur anggota Komisi II ini.

Ignatius menyatakan, dirinya tak pernah bertemu dengan Joyo. Dia hanya bisa berkomunikasi via telepon. "Telepon. Saya bisanya telepon Sestama. Dia bilang, surat tanah Menpora masih dalam proses. Nanti kalau selesai saya beritahu," ujarnya.

Pengakuan Ignatius itu ditampik Anas sebulan kemudian, Kamis (26/4). "Emang saya calo sertifikat" kata Anas.

Menurut Anas, tudingan tersebut hanya untuk menyudutkan dirinya sebagai ketua umum partai.

(fjp/ndr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads