Ratusan Buruh Ancam Duduki Kantor Gubernur Lampung Peringati Aksi May Day

Ratusan Buruh Ancam Duduki Kantor Gubernur Lampung Peringati Aksi May Day

Adan Bakar - detikNews
Selasa, 01 Mei 2012 03:20 WIB
Lampung - Sebanyak 700-an buruh, petani, aktivis, dan mahasiswa dijadwalkan mengepung Kantor Gubernur Lampung, dalam aksi May Day, 1 Mei 2012, hari ini.

Peserta aksi yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Lampung (GRL) akan memulai unjuk rasa di Bundaran Adipura, Bandar Lampung, menuju kantor Dinas Tenaga Kerja, Perwakilan BPTKI Lampung, serta berakhir di Kantor Gubernur.

Koordinator Lapangan GRL Deni Kurniawan, dalan konferensi Pers, Senin (30/4/2012), mengungkapkan unjuk rasa akan meminta Gubernur Lampung untuk turun dan berdialog langsung dengan para buruh guna membicarakan persoalan tenaga kerja di Lampung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, masih banyak permasalah perburuhan yang belum selesai, seperti upah murah, PHK sepihak, pemberangusan serikat pekerja, tidak ada jamsostek, dan outsourching.

Aktivis Kasbi Lampung Rifky Indrawan mengungkapkan, persoalan lain yang disoroti adalah buruh migran di Lampung. Lampung adalah salah satu daerah yang mengirimkan banyak TKI ke luar negeri.

"Banyak terjadi penindasan kepada TKI. Perlu ada peninjauan terhadap kebijakan yang mempermudah TKI ke luar negeri," uajr Rifky.

Aktivis SPSI Suharno, mengatakan buruh di Lampung takut untuk bergabung dengan serikat pekerja. Adanya ancaman mutasi hingga pemecatan membuat para pekerja takut untuk berserikat.

"Selama ini tidak ada sanksi hukum kepada pengusaha yang memecat pekerja karena alasan membentuk serikat buruh. Padahal tindakan memberangs serikat pekerja adalah salah satu kejahatan. Jika di Pulau Jawa, manajemen bisa dipenjara jika terbukti mem-PHK pekerja karena alasan ikut serikat. Tapi hal itu tidak terjadi di Lampung," kata dia.

(ahy/ahy)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini