Peserta aksi yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Lampung (GRL) akan memulai unjuk rasa di Bundaran Adipura, Bandar Lampung, menuju kantor Dinas Tenaga Kerja, Perwakilan BPTKI Lampung, serta berakhir di Kantor Gubernur.
Koordinator Lapangan GRL Deni Kurniawan, dalan konferensi Pers, Senin (30/4/2012), mengungkapkan unjuk rasa akan meminta Gubernur Lampung untuk turun dan berdialog langsung dengan para buruh guna membicarakan persoalan tenaga kerja di Lampung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aktivis Kasbi Lampung Rifky Indrawan mengungkapkan, persoalan lain yang disoroti adalah buruh migran di Lampung. Lampung adalah salah satu daerah yang mengirimkan banyak TKI ke luar negeri.
"Banyak terjadi penindasan kepada TKI. Perlu ada peninjauan terhadap kebijakan yang mempermudah TKI ke luar negeri," uajr Rifky.
Aktivis SPSI Suharno, mengatakan buruh di Lampung takut untuk bergabung dengan serikat pekerja. Adanya ancaman mutasi hingga pemecatan membuat para pekerja takut untuk berserikat.
"Selama ini tidak ada sanksi hukum kepada pengusaha yang memecat pekerja karena alasan membentuk serikat buruh. Padahal tindakan memberangs serikat pekerja adalah salah satu kejahatan. Jika di Pulau Jawa, manajemen bisa dipenjara jika terbukti mem-PHK pekerja karena alasan ikut serikat. Tapi hal itu tidak terjadi di Lampung," kata dia.
(ahy/ahy)
