Amankan Perbatasan, Maluku Kerjasama dengan Negara Tetangga
Kamis, 12 Agu 2004 18:58 WIB
Ambon - Pemerintah Provinsi Maluku sedang menjajaki kerjasama dengan sejumlah negara tetangga, seperti Jepang, Timor Leste dan Australia untuk mengamankan daerah perbatasan dari segala bentuk pencurian sumber daya alam maupun ancaman. Penjajakan kerjasama dengan negara tetangga ini disampaikan Gubernur Maluku, Alberth Karel Ralahalu kepada sejumlah wartawan di gedung Siwalima Karang Panjang Jl. Ina Tuni Ambon, Kamis (12/08/2004)."Ini upaya antisipasi segala bentuk aktifitas yang mengancam sumber daya alam maupun keutuhan negara ini. Kita harapkan ini merupakan segi tiga emas," tandasnya.Dijelaskan Ralahalu, langkah ini ditempuh sebagai upaya untuk menjemput pengamanan perbatasan yang berbatasan langsung dengan provinsi Maluku. Penjajakan juga dilakukan dengan Philipina, Korea serta negara-negara yang ada di Asia.Untuk memuluskan langkah itu, Ralahalu mengaku telah menandatangani beberapa MoU dengan provinsi Papua, Maluku Utara untuk mengamankan sumber daya alam Maluku, terutama hasil ikan, hutan dan kayu dariilegal loging dan ilegal fishing. "Saya kira dua provinsi ini termasuk Maluku sangat dirugikan oleh aksi-aksi pencurian," katanya.Sekedar diketahui, perbatasan Maluku terutama pulau-pulau terluar di Maluku Tenggara Barat (MTB) sangat terancam dengan aktivitas militer yang dilakoni Australia dan Amerika saat ini. Untuk itu antisipasipengamanan daerah perbatasan tengah dilakukan Maluku.Sebagaimana disampaikan Pangdam XVI Pattimura pekan lalu, kondisi perbatasan Maluku sangat membuntuhkan bantuan pengamanan, baik dari wilayah daratan maupun lautan. Untuk itu rencananya akan dibangun pangkalan AL atau Lanal di daerah Saumlaki MTB yang dekat dengan perbatasan di samping penambahan pasukan TNI-AD di perbatasan tersebut.
(gtp/)











































