"Seluruh lampu jalan di jalan protokol hancur. Pot bunga pecah bertebaran di jalanan. Lampu traffic light pecah," kata kata warga setempat, Iwan (55), saat berbincang dengan detikcom, Senin (30/4/2012).
Sepanjang jalan protokol tersebut, nyaris semua gedung pemerintahan rusak. Amarah warga dilampiaskan dengan menghancurkan kantor layanan satu atap. Usai dipecahkan, masyarakat membakar gedung dua lantai tersebut tersebut sebagai bentuk ketidakpuasan terhadap anak Gubernur Lampung ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untungnya Kantor Bupati berada jauh dari jalan sehingga hanya pintu masuk gedung yang pecah karena di ketepel warga. Usai merusak kedua fasiltas umum tersebut, Pengadilan Agama dan Pengadilan Negeri pun kena imbas kemarahan warga. Dua unit mobil dinas pengadilan rusak tertimpa lemparan batu.
"Ada petugas Pengadilan Agama yang meminta warga jangan melempari gedung Pengadilan Agama tapi malah dilempar dengan batu. Kepalanya bocor," kisah Iwan.
Kemarahan warga terhadap Rycko juga dilampiaskan dengan merusak kantor Kelurahan Kalianda. Seluruh kaca kelurahan pecah. "Saat ini jalanan penuh dengan batu bekas pecahan pot taman," beber Iwan.
Saat ini perlahan lautan massa telah membubarkan diri. Hanya tinggal belasan warga yang bertahan di sekitar patung yang berada tepat di jalan protokol Kabupaten Lampung Selatan. Zainal Abidin merupakan Bupati Lampung Timur. Anaknya, Sjahchroedin ZP saat ini menjadi Gubernur Lampung. Anak Gubernur Lampung, Rycko Menoza, kini menjadi Bupati Lampung Selatan.
(asp/)











































