Ahmad Zainudin, salah satu koordinator lapangan dari aksi tersebut, mengatakan massa akan datang dari arah timur, yaitu Jalan Pedurungan, selatan dari arah Jalan Simongan, utara dari arah pelabuhan, dan barat dari jembatan gantung Mangkang. Mereka akan membawa spanduk, bendera, dan boneka untuk aksi teatrikal.
"Dari arah barat sendiri nantinya akan turun 1500 massa," kata koordinator lapangan Gerbang wilayah barat tersebut di kantor Disnakertrans Kota Semarang, Jalan Ki Mangunsarkoro, Senin (30/4/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami akan mengangkat empat poin yaitu poin upah layak, tolak kontrak dan outsourciing, penegakan hukum, serta penetapan 1 Mei sebagai hari libur nasional," kata Ahmad.
Upah buruh di Semarang sebesar Rp 991.500 per bulan dinilai Ahmad sangat tidak memihak kepada nasib buruh. Upah sebesar itu kemungkinan diambil dengan asumsi buruh lajang yang belum berkeluarga.
"Itu pas-pasan untuk kami yang sudah berkeluarga," katanya.
Sementara itu, Kabid Hubungan Perindustrian Disnakertrans Kota Semarang, Ekwan Priyanto mengatakan selain masalah upah, selama ini Sebagian besar kasus yang masuk ke Disnakertrans terkait ketenagakerjaan adalah kasus PHK.
"Tahun 2011 ada 198 kasus ketenagakerjaan. Bahkan untuk bulan April 2012 ini sudah mencapai 61 kasus. 90% kasus PHK," ungkapnya.
(alg/try)











































