"Seperti membuat kegiatan berupa penghargaan, pengabdian, dan yang menghibur pekerja," kata Muhaimin di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (30/4/2012).
Menurut dia, imbauan ini sudah disosialisasikan ke kalangan pengusaha sejak satu bulan yang lalu. Hari Buruh diharapkan jadi momentum untuk memperbaiki kesejehateraan para buruh kecil.
"Seperti soal UMR, sejak bulan Januari sudah kita tingkatkan," ujar Muhaimin.
Muhaimin mengaku masih ada beberapa tuntutan buruh yang belum bisa dipenuhi oleh pemerintah, di antaranya peniadaan sistem kerja outsourcing yang sudah berulang kali dituntut oleh buruh.
"Soal outsourcing itu, kita awasi secara total sehingga buruh tidak dirugikan," kata Muhaimin.
Lebih lanjut, Muhaimin berharap para buruh tetap bekerja pada Hari Buruh 1 Mei besok.
Bagi buruh yang hendak berunjukrasa, dia mengingatkan agar tertib dan tidak membuat kemacetan lalu lintas yang dampaknya merugikan.
"Memang buruh belum sejahtera, tapi kita hadapi bersama agar sejahtera dan keadaan lebih baik. Kalau butuh aturan, kita buat aturannya. Butuhnya apalagi, kita pasti upayakan. Tapi yang penting buruh dan pemerintah bersatu perbaiki keadaan," papar pria yang juga ketua umum PKB ini.
(lh/aan)











































