Polisi Duga Pelemparan Bom Molotov ke DPRD Buleleng Tak Terkait Pilkada

Polisi Duga Pelemparan Bom Molotov ke DPRD Buleleng Tak Terkait Pilkada

Gede Suardana - detikNews
Senin, 30 Apr 2012 17:02 WIB
Polisi Duga Pelemparan Bom Molotov ke DPRD Buleleng Tak Terkait Pilkada
Denpasar -

Gedung DPRD Buleleng, Bali dilempar bom molotov pasca perhelatan politik. Polisi menilai, aksi tersebut tak terkait dengan pilkada 22 April 2012.

"Pelemparan bom molotov tidak terkait dengan pilkada. Aksi ini murni tindak pidana kriminal," kata Kabas Ops Polres Buleleng Kompol Ida Putu Wedanajati kepada wartawan dalam jumpa pers di DPRD Buleleng, Jl Veteran, Singaraja, Senin (30/4/2012).

Gedung DPRD Buleleng dilempar bom molotov oleh orang tak dikenal, pukul 05.00 wita, Senin (30/4/2012). Kobaran api dari bom molotov tak membakar gedung DPRD. Api hanya menghanguskan tanaman yang berada di belakang kantor DPRD.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Polres Buleleng telah melakukan identifikasi di TKP. Polisi menemukan pecahan botol, sumbu dari kain, dan menghirup bau bensin yang menyengat. "Di TKP ditemukan tanaman yang terbakar dan mengering," kata Wedanajati.

Polisi menduga pelaku melemparkan bom molotov dari arah belakang kantor DPRD Buleleng. Namun, lemparan bom molotov tak mengenai sasaran. Ledakannya hanya menghanguskan taman di teras belakang gedung.

Suasana politik di Buleleng pasca Pemilukada masih hangat. Pelemparan bom molotov ke DPRD Buleleng terjadi hanya sepekan setelah pilkada pada 22 April 2012.

Pasangan calon Bupati Buleleng dari PDIP Putu Agus Suradnyana dan Nyoman Sutjidra (PAS-Sutjidra) mengalahkan pasangan calon bupati putra mahkota atau anak dari incumbent, yaitu Gede Ariadi-Wayan Artha. Ariadi adalah anak dari Bupati Buleleng Putu Bagiada yang maju dari Partai Golkar.

Suradnyana-Sutjidra juga mengalahkan pasangan Partai Demokrat Tutik Kusuma Wardani dan Komang Nova Sewi Putra dan pasangan yang diusung Partai Hanura, yakni I Gede Wenten Suparlan dan Ida Bagus Djodhi.

(gds/trw)


Berita Terkait