Tidak hanya itu, pada Senin (30/4/2012) siang ini, sekitar 2 ribu orang juga membakar ban di sekitar patung.
"Kejadian mulai pukul 13.00 WIB," kata saksi mata yang juga hakim, Huda Lakoni, saat berbincang dengan detikcom.
Massa menolak pembangunan patung yang berada di perempatan jalan karena tidak sesuai mekanisme yang ada. Memprotes keberadaan patung, massa berkumpul dengan membakar ban. Tidak puas, massa menyatroni gedung perkantoran yang ada di sekitaran lokasi patung. Mereka melempari gedung perkantoran dan mobil yang ada di halaman gedung.
"Mobil Wakil Ketua PN Kalianda hancur dilempari batu oleh massa," kata Huda.
Tidak hanya itu, seorang pegawai pengadilan pun mengalami luka bocor di kepala akibat terkena batu. Saat ini kondisi di Lampung Selatan masih membara. Polisi kewalahan karena jumlah massa lebih banyak. Meski kondisi mulai kondusif, tetapi massa masih menguasai jalan raya.
"Arus lalu lintas dari Tanjung Karang menuju Bakauheni macet hingga 4 km," terang Huda.
(asp/)











































