Dalam sidang yang digelar siang ini, Senin (30/4/2012) ini, hadir 10 saksi dari pasangan Sulaeman Ibrahim - T Sarifudin.
"Saya mengalami teror di perempatan Cembadah, terjadi sebelum pemungutan suara pemilukada. Sekitar jam 15.00 WIB, massa kampanye melakukan konsilidasi. Saat itu romobongan 15 mobil lalu di perempatan Cembadah mobil kami dilempar batu, mobil paling belakang. Sebelumnya ada 2 sepeda motor yang dikendarai zig zag, pengendara mengunakan baju Partai Aceh. Ada korban yang kena lemparan batu, Daud, kepalanya benjol," ujar Ismail Syah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun tudingan dari 10 saksi tersebut ditepis oleh kuasa hukum M Toyib-M Jamil, Muklis Moechtar. Menurut Muklis, semua prosedur pemilukada telah dilalui dan diikuti sesuai dengan regulasi dan peraturan yang ada.
"Jawaban kami atas apa yang disampaikan terkait terjadinya pelanggaran itu tidak benar. Kedua, atas tudingan calon yang tidak punya ijazah itu juga tidak benar. Sebab sudah dilakukan verifikasi faktual bahwa ijazahnya itu sah. Selama rekapitulasi tidak terjadi pelanggaran seperti merusak rekapitulasi, itu tidak pernah dilakukan," elak Muklis.
Seperti diketahui, M Tayib - M Jamil meraih suara tertinggi yaitu 169.995 suara atau 64,36 persen. Pemilukada diikuti oleh Hadi Arifin, HT Syarifuddin, Husnan Harun, T Muttaqin, Martunis, Tgk Fajri M Kasim, dan Misbahul Munir (Rahul).
"Sidang akan dilanjutkan besok, dengan mendengar kesaksian 3 orang saksi yang belum hadir," kata Akil Mochtar menutup persidangan.
(asp/vit)











































