Hadapi Tuduhan Pemalsuan Uang, Chalabi Kembali ke Irak

Hadapi Tuduhan Pemalsuan Uang, Chalabi Kembali ke Irak

- detikNews
Kamis, 12 Agu 2004 15:56 WIB
Jakarta - Ahmad Chalabi, mantan anggota Dewan Pemerintahan Irak yang diincar atas tuduhan pemalsuan uang, telah kembali ke Irak untuk menghadapi tuduhan itu. Demikian disampaikan seorang pejabat dari Kongres Nasional Irak, partai politik pimpinan Chalabi.Pengadilan Kriminal Pusat Irak beberapa hari lalu telah mengeluarkan surat penangkapan untuk Chalabi dan keponakannya, Salem Chalabi yang terkena tuduhan pembunuhan. Salem adalah ketua pengadilan khusus Irak yang berupaya untuk mengadili mantan presiden Saddam Hussein.Ahmad mengatakan, dirinya ingin membersihkan namanya atas tuduhan yang menurutnya bermotiv politik itu. Ia pun terbang ke Baghdad, Irak hari ini. Demikian ujar Mithal al-Alusi dari Kongres Nasional Irak, seperti dilansir Associated Press, Kamis (12/8/2004).Ahmad dikenal sebagai tokoh oposisi Irak yang dulunya sempat menikmati hubungan yang erat dengan pejabat-pejabat AS. Partai politik pimpinannya pernah mendapat dukungan dari Pentagon. Namun kemudian hubungannya dengan AS mengalami keretakan. Bahkan ia tersisih dan tidak mendapat jabatan apapun di pemerintahan interim Irak.Hakim Zuhair al-Maliky, yang menandatangani surat penangkapan terhadap duo Chalabi itu, mengatakan bahwa semuanya tergantung pada Kepolisian dan Kementerian Dalam Negeri Irak untuk melaksanakan perintah pengadilan tersebut dan menangkap Chalabi."Saya tidak bertanggung jawab atas penangkapannya, itu urusan polisi," tukas al-Maliky.Mengenai Salem, belum jelas apakah dia juga telah kembali ke Irak sehubungan dengan tuduhan kasus pembunuhan seorang pejabat Kementerian Keuangan Irak yang tengah dihadapinya. (ita/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads