Tidak hanya itu, ada juga peserta yang hampir pingsan karena kelelahan. Ia pun langsung digotong panitia menuju tenda darurat yang sudah disiapkan pihak panitia. Meski demikian, acara musik yang menjadi rangkaian karnaval tetap berlangsung di lapangan Pancasila simpang lima Semarang.
SNC sudah diselenggarakan dua kali sejak tahun 2011 dengan tema yang berbeda. Menurut salah satu pengunjung, Dodi Susetiadi, SNC tahun ini kurang meriah dan kurang variatif karena jenis kostum yang digunakan oleh peserta hampir sama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemarin juga ada mobil karnaval, sekarang enggak ada," imbuhnya.
Meski demikian warga tetap antusias menyaksikan SNC yang melibatkan lebih dari 1500 peserta yang diambil dari perwakilan kelurahan, kalangan pendidikan dan komunitas. Bahkan beberapa sampai rela naik ke atap mobil yang diparkir di pinggir jalan.
Salah satu peserta, Naning (20) warga kelurahan Mbugangan, Semarang mengaku senang bisa mengikuti kegiatan tersebut. Bahkan warga kelurahannya rela berswadaya membuat kostum yang dikenakan Naning. Dana pembuatan kostum tersebut adalah hasil dari iuran warga yang jumlahnya mencapai Rp 1 juta.
"Walaupun kostumnya berat tapi saya senang mas, warga dikampung juga mendukung," ungkap kembang desa kelurahan Mbugangan tersebut.
Acara yang rencananya akan diadakan tiap tahun tersebut menyebabkan beberapa ruas jalan utama di Semarang yaitu jalan pemuda, Pandanaran dan kawasan simpang lima macet. Polisi pun menurunkan 400 petugas Lantas untuk pengamanan.
Meski pengamanan polisi sudah cukup maksimal, ternyata pemilik tangan jahil masih saja berkeliaran di antara kerumunan warga. Anggraini warga Grobogan yang jauh-jauh datang dari desanya hanya untuk menyaksikan SNC kehilangan telepon genggamnya ketika sedang melihat rombongan karnaval yang tiba di kawasan Simpang Lima.
"Tadi ada laki-laki yang menyuruh saya minggir karena ada kabel, padahal saat itu tidak ada kabel. Orang itu langsung mepet saya dan setelah saya cek, hape saya sudah enggak ada," katanya.
SNC yang akan digelar hari ini adalah puncak event dalam rangka ulang tahun Kota Semarang ke-645 yang jatuh pada tanggal 2 Mei mendatang. Selain itu, acara ini diharapkan bisa menjadi ikon Semarang dan menjadi daya tarik dalam even Ayo Wisata ke Semarang dan Visit Jateng 2013.
(alg/mad)











































