Polisi Akan Periksa Sopir Anas Soal Innova & Alphard Bernopol Sama

Polisi Akan Periksa Sopir Anas Soal Innova & Alphard Bernopol Sama

- detikNews
Sabtu, 28 Apr 2012 12:36 WIB
Polisi Akan Periksa Sopir Anas Soal Innova & Alphard Bernopol Sama
Jakarta - Polisi menjamin tidak akan mendiamkan temuan keanehan penggunaan pelat nomor sama pada mobil Kijang Innova dan Alphard milik Ketum Partai Demokrat (PD) Anas Urbaningrum. Polisi akan menelusuri dan memanggil sopir yang membawa kendaraan tersebut.

"Akan ditelusurin terlebih dahulu ya, yang nanti kita tanyakan yang membawa mobil," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto saat dihubungi, Sabtu, (28/4/2012).

Rikwanto meminta agar publik jangan menjudge terlebih dahulu kalau mobil yang memiliki pelat nomor polisi sama adalah mobil tidak terdaftar. Polis belum bisa memastikan apakah nopol B 1716 SDC itu terdaftar atau bodong.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jangan suudzon dulu lah, orang kita belum menelusurin terlebih dahulu," sambungnya

Rikwanto juga menjelaskan, kepemilikan satu nopol hanya untuk satu mobil. Dan nopol merupakan identintas mobil tersebut. Polisi sendiri belum mengetahui dan belum mendapat laporan soal penggunaan pelat mobil Anas yang sama itu.

"Dia (Anas) tahu tidak? Itu kan yang mengerjakan stafnya," imbuhnya.

Mobil Innova milik Anas yang ia pakai saat mendampingi istrinya, Athiyyah Laila, menjalani pemeriksaan di KPK menggunakan nomor polisi B 1716 SDC. Mobil dengan pelat itu diketahui digunakan Anas dan istrinya pada Kamis (26/4).

Kemudian, berdasarkan foto di Antara, ternyata pada Senin (12/3/2012) lalu, saat membuka diklat SAR Nasional Anggatan I Divisi Tanggap Darurat DPP Partai Demokrat di Cibubur, kendaraan yang dinaiki Anas, yakni Toyota Alphard menggunakan pelat nomor yang sama B 1716 SDC.

Jadi, berdasarkan foto, 2 mobil yang dinaiki yakni Innova saat Anas ke KPK dan Toyota Alphard yang digunakan di Cibubur berpelat nomor yang sama. Tepatnya pelat itu bertuliskan: B 1716 SDC 01.16.

Sementara seorang teman dekat Anas yang juga Wasekjen DPP Partai Demokrat Saan Mustofa mengaku tidak tahu menahu soal itu. Namun, dia meyakini hal itu tidak mungkin. "Saya ya gak tahu, saya rasa itu juga tidak betul," jelas Saan.

(edo/ndr)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads