"Kami sedih ya sedih dengan keadaan bangunan seperti ini. Setiap tahun ngajuin, sudah disurvei dan didatangin wakil gurbenur dan DPRD sudah sejak bulan Oktober 2011,"kata Marnawati, guru kelas 4 SD tersebut, saat ditemui detikcom, Jumat (27/4/2012).
Dia menjelaskan gara-gara ruang kelas yang atapnya ambruk pada September 2011 lalu, siswa kelas 6 yang menempati kelas itu terpaksa mengungsi. Para siswa belaja dengan menumpang di ruang kelas sekolah lain. Namun karena malu, akhirnya siswa kembali belajar di SD tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu seorang wali murid, Siti Sunarsih, mengaku prihatin dengan ruang kelas yang dibiarkan terlalu lama terbuka tanpa atap. Dia juga kecewa janji perbaikan dari Pemprov DKI tidak kunjung direalisasikan.
Siti pun khawatir dengan kondisi gedung. Ada ratusan murid yang belajar di gedung tersebut. Jika bangunannya tidak layak maka bisa membahayakan para murid.
"Harapan saya bisa direhab lagi, perbaiki total," ucapnya.
Menurut Siti Aminah, wali kelas 6, ada dua kelas untuk menampung siswa kelas 6. JUmlah total siswa kelas 6 adalah 63 orang. Pada saat ujian nasional yang digelar 7-9 Mei mendatang, 63 anak tersebut akan dipecah menjadi 4 kelas.
Aminah menjelaskan kondisi kelas tanpa atap dan satu ruangan kelas yang atapnya bolong menimbulkan keprihatinan dari Kodam. Dengan bantuan BRI, gedung sekolah akan diperbaiki.
"Sudah tinggal nunggu kapan pelaksanakan, dan akan ada tindakan perbaikan dari Kodam, yang akan melakukan renovasi dua kelas saja yang rusak. Dilakukan setelah ada kerja sama dari pihak bank (BRI), sekolah ini akan direnovasi total," terang Aminah.
(/ndr)










































