"Memang kami sempat ke Belanda memenuhi undangan Indonesian Migrant Worker Union (Imwu). Kami memenuhi undangan mereka didampingi Dubes Indonesia di sana, Ibu Retno, untu mendengarkan keluhan mereka sebagai warga negara Indonesia yang ditipu oleh agen penyalur tenaga kerja," kata Wakil Ketua Komisi I DPR Hayono Isman, kepada detikcom, Sabtu (28/4/2012).
Hayono membantah kunjungan ke Belanda dalam rangka wisata. Meskipun agenda ke Belanda tak ada dalam list agenda kunker DPR ke Jerman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, kunjungan tersebut dirasa perlu untuk membantu nasib pekerja ilegal di Belanda. "Mereka memang statusnya sebagai pekerja gelap, ilegal worker tanpa dokumen resmi. Mereka memohon perlindungan dari pemerintah karena mereka datang ke sana bukan sebagai orang yang memang gelap, mereka ke sana sebagai warga negara yang ingin menghidupi warganya," jelasnya.
Komisi I DPR pun telah mengirik surat ke Kemenkum HAM agar segera menyelesaikan masalah ini. Diharapkan dalam waktu dekat surat izin bekerja bisa dirubah menjadi paspor sebagai TKI di Belanda.
"Kita telah mengirim surat ke Kemenkum HAM untuk mengusut masalah ini. Sebagai ketua delegasi Komisi I saya mengatakan bahwa jangankan peraturan, UUD saja bisa kita amandemen. Minggu depan saya akan menghubungi Menlu dan Menkum HAM untuk menyelesaikan masalah ini,"jelasnya.
Diketahui Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Jerman serius memantau kunjungan kerja anggota Komisi I DPR ke Berlin, Jerman. Dari sekian banyak aktivitas, ternyata mereka juga sempat mampir ke toko-toko mewah.
Hal ini diungkapkan Yoga Kartiko, salah seorang pengurus PPI Berlin. Menurut pria yang akrab disapa Iko, tim PPI Berlin sejak awal sudah membentuk tim untuk memantau kegiatan para anggota Dewan. Tim disebar di hotel, bandara dan pusat perbelanjaan terkenal di ibukota Jerman tersebut.
"Nah, pas Senin (24/4) ada yang lihat mereka sedang belanja. Pakai mobil KBRI pula," kata Iko, saat berbincang dengan detikcom, Jumat (28/4/2012).
Toko yang didatangi oleh anggota DPR tersebut adalah KaDeWe Berlin dan galeri Lafayette. Barang-barang yang dijual di toko tersebut dikenal cukup berkelas dan mahal.
(van/van)











































