Ketum HMI 'Kudeta' Podium Presiden & Sebut Mega Cawapres
Kamis, 12 Agu 2004 14:15 WIB
Jakarta -
Entah grogi karena didemo kadernya sendiri atau karena lupa atau malah disengaja, Ketum PB HMI Hasanuddin memberikan sambutan dengan menggunakan podium yang seharusnya hanya diperuntukkan bagi presiden saja.Hal itu tampak dalam pembukaan Rapimnas PB HMI di Istana Negara, Jl.Veteran, Jakpus, Kamis (12/8/2004). Rapim untuk pertama kalinya dibuka oleh presiden. Sedangkan di luar istana, seratusan kader HMI berdemo, menolak rapimnas dibuka oleh Mega karena status Mega adalah capres dari partai tertentu.Pembukaan rapimnas diawali nyanyian Indonesia Raya. Lalu dilanjutkan pembacaan ayat suci Al Qur'an dan nyanyian Hymne HMI. Setelah itu, giliran Ketum PB HMI Hasanuddin memberikan sambutan.Seharusnya dia berpidato di tempat yang disediakan, persisnya berhadapan dengan Presiden Mega dan membelakangi peserta rampinas yang jumlahnya ada 200-an. Tempat berpidatonya tidak ada podium, hanya berupa mikrofon berkaki.Sebelum acara dibuka, petugas protokoler sudah memberitahu tata tertib berhadapan dengan presiden. Bahkan digelar gladi resik segala.Tapi ketika acara betulan dimulai dan master of ceremony (MC) mempersilakan Hasanuddin berpidato, Ketum PB HMI itu malah nyelonong "mengkudeta" podium presiden. Podium itu bergambar Garuda Pancasila dan menghadap ke hadirin, jaraknya 4 meteran dari kursi presiden. Harusnya, hanya Mega saja yang menempatinya untuk memberikan sambutan. Sesekali juga menteri. Dengan demikian, posisi Hasanuddin akhirnya malah membelakangi Presiden Mega.Melihat "kudeta" itu, Mendiknas Malik Fajar yang berada di situ mengingatkan Hasanuddin dengan isyarat tangan agar anak muda itu kembali ke tempat pidato yang disediakan. Tapi Hasanuddin tidak "menggubris"-nya. Dia tetap menyampaikan pidatonya di podium khusus presiden. Petugas protokoler yang melihatnya hanya bisa menahan nafas. Sebab apa yang dilakukan Hasanuddin telah menyalahi prosedur protokoler.Kelucuan tidak hanya sampai di situ. Dalam sambutan tertulisnya, Hasanuddin "kepleset". "Saya menitipkan harapan pada Ibu Mega sebagai calon wapres karena hasil rapimnas akan diserahkan kepada Ibu Presiden," begitu kata Hasanuddin.Setelah Hasanuddin selesai membacakan pidatonya, suasana tetap tenang. Tapi begitu giliran Presiden Mega berpidato, dia buru-buru meluruskan pidato Hasanuddin. "Saya koreksi ya. Saya bukan cawapres," koreksi Mega disambut tepuk tangan hadirin. "Saya adalah capres yang diajukan oleh PDIP," sambung Mega.Dalam sambutannya, Mega menyatakan bangga karena HMI sebagai unsur generasi muda bangsa tetap memiliki kepedulian yang besar dan tidak pernah putus-putusnya mengikuti perjuangan bangsanya.Presiden juga mengingatkan pentingnya arti perubahan. "Karena semuanya itu justru demi kepastian dan dihindarkannya kebingungan masyarakat bahwa di samping reformasi yang kita telah lancarkan sejak 6 tahun yang lalu, masih ada lagi reforamsi yang lain dan berbeda," demikian Mega.
(nrl/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































