Tendang Istri Hingga Tewas, Warga Sleman Ditangkap Polisi

Tendang Istri Hingga Tewas, Warga Sleman Ditangkap Polisi

Bagus Kurniawan - detikNews
Jumat, 27 Apr 2012 19:39 WIB
Tendang Istri Hingga Tewas, Warga Sleman Ditangkap Polisi
Yogyakarta - Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dialami oleh Winarsih (40) warga Jagalan, Margoagung, Kecamatan Seyegan, Sleman. Korban dianiaya hingga tewas oleh suaminya, Sumaryanto (44). Saat ini tersangka telah diamankan dan diperiksa di Mapolres Sleman.

"Pelaku adalah suami korban sendiri. Kami masih menyelidiki motif penganiayaan hingga menyebabkan korban tewas," kata Kapolsek Seyegan AKP Supri Purwanto di Mapolres Sleman, Jl Magelang, Km 12, Jumat (27/4/2012).

Menurut Supri, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 12.00 WIB di rumah korban. Pemicu kekerasan diduga akibat pelaku cekcok atau terjadi perselisihan dengan korban.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah terjadi penganiayaan, pelaku sempat melarikan diri dari rumah dan bersembunyi di dekat rumah mertua yang berada tidak jauh dari rumah korban. "Pelaku langsung ditangkap dan diamankan karena beberapa warga sempat marah," katanya.

Supri mengatakan salah satu saksi adalah anak korban Feni Puspayati (17) yang saat kejadian berada di rumah. Saksi melihat pelaku menendang dan menarik korban mengenai leher.

"Korban sempat terjatuh dan mengalami kejang-kejang. Sekitar lima menit korban kemudian meninggal," katanya.

Dari hasil pemeriksaan sementara lanjut Supri, pelaku mengaku emosi dan marah saat anaknya, Anggi Puspayanti (11) mencari tas untuk kegiatan pramuka. Korban sempat memarahi anak korban di dekat ruang tamu.

"Melihat anaknya dimarahi ibunya, pelaku membela hingga terjadi cekcok dan terjadi penganiayaan yang mengakibatkan korban tewas," katanya.

Supri menambahkan setelah itu pelaku sempat melarikan diri keluar rumah. Anak-anak korban sempat meminta tolong kepada keluarga dan kerabat. Untuk keperluan penyelidikan korban kemudian dibawa ke RSU Dr Sardjito untuk diotopsi.

"Saat ini polisi masih memeriksa pelaku dan mengumpulkan keterangan saksi dan bukti-bukti," kata mantan Kapolsek Ngaglik itu.

Namun dari beberapa keterangan tetangga korban, pelaku selama satu bulan terakhir ini sering marah dan bertengkar dengan korban setelah salah satu sapi hewan piarannya mati.

(bgk/trw)


Berita Terkait