Salah satu napi bernama Fitri (35) mengaku senang karena selama ini, dia hanya bisa menonton ketoprak. Fitri sendiri memerankan tokoh laki-laki bernama Suntoro dalam pementasan tersebut.
"Dulu sebelum masuk lapas sering lihat ketoprak di Solo, sekarang senang banget bisa main ketoprak dilihat orang banyak," kata Fitri usai pentas di Lapas Kedung Pane, Jalan Raya Kedung Pane, Semarang, Jumat (27/4/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pembagian tokohnya dipilih sesuai karakter. Tidak kesulitan bahkan saya rasa mereka punya bakat," katanya.
Selain pagelaran seni ketoprak, dalam perayaan tersebut juga menampilan tarian dan nyanyian yang semuanya dilakukan oleh napi dari lapas wanita dan Lapas Kedung Pane. Barang-barang hasil kreasi warga didikan lapas pun dipamerkan dalam acara tersebut.
"Ada pameran hasil karya warga binaan lapas dan pentas seni. Untuk warga binaan lapas wanita, ini pengalaman pertama mereka mengikuti peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan," kata Kadiv Pas Kanwil Humkam Jateng, Djoko Setiono.
Menurut sejarahnya, ungkap Djoko, Hari Bakti Pemasyarakatan berawal dari sebuah pidato Kementerian Kehakiman, Dr. Saharjo, tentang tugas dan fungis kehakiman, pada tanggal 5 Juli 1963. Salah satu tugas lembaga tersebut adalah pemasyarakatan.
(alg/try)











































