Angie, Berawal dari BlackBerry Hingga Jeruji Besi

Angie, Berawal dari BlackBerry Hingga Jeruji Besi

- detikNews
Jumat, 27 Apr 2012 18:27 WIB
Angie, Berawal dari BlackBerry Hingga Jeruji Besi
Jakarta - Politisi Demokrat Angelina Sondakh alias Angie akhirnya ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena diduga terlibat korupsi di dua kementerian. Siapa sangka, semua ini berawal dari percakapan BlackBerry Messenger antara dirinya dan Mindo Rosalina Manulang.

Meski percakapan itu selalu dibantah Angie, bukti-bukti sudah dimiliki KPK. Sampai saat ini, KPK meyakini ada hubungan intens antara Angie dan Rosa soal proyek wisma atlet dan fee untuk anggota DPR lainnya. Rosa juga sudah mengamini percakapan ini.

Dalam persidangan M Nazaruddin, jaksa mengungkapkan bahwa BBM-an Rosa dan Angie membahas fee bagi anggota Komisi X DPR. Nilainya mencapai Rp 5 miliar. Uang itu diantar oleh anak buah Nazaruddin ke ruangan Angie di DPR.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berbagai istilah dalam percakapan BBM itu pun muncul seperti 'Apel Malang' (uang rupiah), 'Apel Washington' (uang dolar), 'Ketua Besar', dan 'Bos Besar'. Semua istilah ini semakin menambah warna persidangan.

Namun di luar dugaan, mantan puteri Indonesia itu membantah pernah berhubungan dengan Rosa lewat BBM. Dia bahkan menolak disebut punya BlackBerry pada tahun 2009. Belakangan, muncul foto yang menunjukkan Angie punya BlackBerry pada tahun 2009.

Tapi KPK tidak menyerah. Bukti-bukti keterlibatan Angie terus dicari. Ahli forensik pun digandeng untuk membuktikan percakapan Angie dan Rosa lewat BBM. Selain itu, KPK juga menemukan aliran dana yang diterima Angie terkait kasus wisma atlet di Kemenpora dan proyek universitas di Kemendiknas.

Hingga akhirnya hari ini, Jumat (27/4/2012) KPK memanggil istri almarhum Adjie Massaid itu untuk diperiksa sebagai tersangka. Lalu pada sorenya harinya ditahan di rutan KPK, dalam jeruji besi tempat para pesakitan berada. Di sana pula, dia akan lebih sering bertemu Rosa karena bertetangga.


(mad/asy)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads