Pedagang Bendera di Jakarta Keluhkan Omset Turun

Pedagang Bendera di Jakarta Keluhkan Omset Turun

- detikNews
Kamis, 12 Agu 2004 13:14 WIB
Jakarta - Menjelang Agustusan, penjualan bendera marak di jalan-jalan. Sayangnya penjualan kali ini tak selaris tahun 2003 lalu. Sejumlah pedagang bendera mengeluh omsetnya turun.Dani (25), pedagang bendera yang berjualan di Pasar Rebo, mengaku hingga Kamis (12/8/2004) baru meraup Rp 500 ribu. Dani berjualan bendera sejak tanggal 1 Agustus. Padahal tahun lalu Dani berhasil membawa Rp 1 juta dari jualannya. "Gimana ya mas. Kalau sekarang nggak enak. Nggak kayak tahun lalu. Sekarang untuk satu hari saja jual bendera satu kadang-kadang juga nggak ada yang beli," tutur Dani saat ditemui detikcom, di Pasar Rebo, Jakarta, Kamis (12/8/2004).Pria yang telah berjualan bendera sejak tahun 1999 itu menduga sepinya pembeli bendera karena nasionalisme bangsa Indonesia sedang turun. "Kalau bisa orang Indonesia jadi nasionalis lagi biar pada beli bendera," cetus pria yang masih melajang itu.Setiap hari, Dani menggelar dagangannya dari pukul 08.00-17.00 WIB. Selain bendera, Dani juga menjual perlengkapan 17 Agustus lainnya seperti bambu untuk tiang bendera dan umbul-umbul. Untuk bendera ukuran kecil yang biasa ditaruh di mobil atau motor Dani mematok Rp 3.000. Bendera ukuran sedang yang biasa dikibarkan di rumah-rumah dijual dengan harga Rp 8 ribu. Bendera yang lebih besar lagi Rp 12.000. Sedangkan umbul-umbul Rp 10 ribu. Bambu Rp 4.000.Dari jualannya, lajang yang biasanya jualan buku itu telah berhasil menjual 22 bendera, 8 bambu dan 4 umbul-umbul. Sepi pembeli juga dirasakan Sukarna (25). Pria yang berjualan bendera di depan Mall Cijantung itu baru berhasil menjual 12 bendera, 6 tiang bambu dan 3 umbul-umbul."Apes Mas. Kalau tahun lalu dapat Rp 800 ribu, sekarang baru Rp 300 ribu. Mau ngejar ke Rp 800 ribu ngos-ngosan," cetus pria asal Cirebon itu saat ditemui detikcom. Hari (37) juga merasakan hal yang sama. Pria yang berjualan atribut Agustusan di Pasar Kramatjati itu mengaku baru memperoleh Rp 700 ribu. Padahal biasanya tahun lalu ia berhasil meraup Rp 1,2 juta. (iy/)


Berita Terkait