"Jika terbukti tindakan itu (penjualan organ) dilakukan secara sengaja dan sistemik, maka Pemerintah RI bisa ajukan gugatan ke pengadilan kriminal internasional," kata Ketua Komisi I DPR, Mahfudz Siddiq, saat dihubungi detikcom, Jumat (27/4/2012).
Untuk saat ini, Mahfudz mendesak pemerintah untuk menyampaikan nota protes kepada Malaysia. Selain itu, ia juga mendesak pemerintah untuk meminta keterangan resmi dari Malaysia mengenai kasus ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui Tim Dokter Forensik Polda NTB merampungkan autopsi dua jasad dari tiga TKI yang tewas ditembak polisi Malaysia dan diduga korban penjualan organ pada Kamis (26/4). Hasil autopsi jasad Herman diungkap Ayah Herman, H Maksum, yang menyaksikan proses autopsi. Menurut Maksum jenazah putranya itu tidak ada matanya.
"Ya saya melihat jenazah anak saya kok tidak ada matanya ya. Terus kemudian, di bagian perutnya ada besi," kata Maksum
Sementara hasil autopsi Abdul Kadir diungkap kakaknya, Muhammad Tohri, yang mewakili keluarga melihat kondisi jasad. Ia melihat jasad adiknya penuh dengan jahitan di sekujur tubuhnya. Tidak hanya jahitan di mata, dada, dan perut seperti yang disampaikan ke keluarga selama ini.
Jahitan juga ada pada bagian tengah perut vertikal dari dada hingga perut bagian bawah pusar, serta jahitan melintang dari perut sebelah kanan ke perut sebelah kiri. Banyaknya jahitan menimbulkan prasangka bahwa mereka menjadi korban perdagangan organ tubuh.
(tor/mad)











































