Pengamanan Pencetakan Surat Suara Dua Kali Lipat
Kamis, 12 Agu 2004 12:29 WIB
Surabaya - Pengamanan proses pencetakan surat suara pilpres putaran II ditingkatkan dua kali lipat dibandingkan saat pencetakan surat suara pemilu sebelumnya.Anggota KPU yang juga ketua Bidang Pengadaan Surat Suara, Hamid Awaluddin menyatakan, pengamanan itu untuk mengantisipasi banyak hal. "Khususnya seperti yang terjadi pada pilpres putaran I di mana pada saat itu sempat beredar surat suara yang terbukti otentik di Jatim," kata Hamid saat mengunjungi PT Temprina Surabaya, Jl.Karah Agung, Surabaya, Kamis (12/8/2004). PT Temprina kebagian mencetak 22 juta surat suara.Hamid juga meminta masyarakat tidak resah dengan kabar adanya surat suara palsu. "Masyarakat tidak usah khawatir dengan surat suara palsu. Karena orang yang selama ini meributkan surat suara palsu ternyata sampai sekarang tidak pernah bisa membuktikannya," tandasnya.Manajer PT Temprina Surabaya, Yonansyah, menambahkan, pengamanan proses pencetakan surat suara kali ini dua kali lipat dibandingkan pemilu sebelumnya. Sedikitnya ada 8 personel polisi dan pengawas dari KPU mengamankan proses pencetakan. Jumlah ini masih ditambah sekitar 15 orang dari PT Temprina Surabaya."Untuk pengamanan kali ini, diturunkan 4 polisi dari Mabes Polri, 4 polisi dari Polda Jatim, serta beberapa orang dari KPU. Sedangkan PT Temprina akan menerjunkan 15 orang satpam," terang Yonansyah. Pihaknya juga akan menggeledah setiap tamu dan karyawan yang keluar masuk ke PT Temprina supaya tidak kecolongan.PT Temprina Surabaya memulai pencetakan surat suara pada Rabu kemarin. PT itu mencetak 22 juta surat suara untuk kebutuhan Indonesia Timur. Sebanyak 6 juta surat suara akan didistribusikan minggu depan. Distribusinya dimulai dari Irian Jaya Barat dan Papua.
(nrl/)











































