Pantauan detikcom, autopsi dilakukan di pemakaman umum Embur Embur Teres, Dusun Dasan Kubur, Desa Pengadangan, Kecamatan Peringgesela, Lombok Timur, NTB. Pemakaman itu 1,5 km dari rumah korban. Makam mulai digali pukul 07.00 Wita, Jumat (27/4/2012).
Satu jam kemudian tim dokter forensik Polda NTB memulai proses autopsi. Satu orang perwakilan keluarga menyaksikan langsung proses autopsi di samping makam. Tempat itu dipagari karung putih setinggi 3 meter dibawah atap terop.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kabid Humas Polda NTB AKBP Sukarman Husein di area autopsi mengatakan, Kapolda NTB akan memberi penjelasan hasil autopsi siang nanti. Keluarga tiga TKI akan dihadirkan dalam penjelasan itu.
Jasad Mad Noor, TKI terakhir dari tiga yang tewas ditembak polisi Malaysia mulai diautopsi.
Mad Noor bernama asli Misdar. Ia bungsu dari enam bersaudara. Ia berangkat empat tahun silam ke Malaysia sebelum akhirnya dipulangkan setelah tewas.
Dua TKI sebelumnya telah diautopsi Kamis kemarin. Keluarga Herman melihat jasad TKI itu tidak ada matanya. Sementara keluarga Abdul Kadir Jaelani, melihat jasadnya penuh jahitan di sekujur tubuh, tidak hanya di bagian depan, tapi juga dari leher hingga punggung.
Herman, Abdul Kadir dan Mad Noor ditembak polisi Malaysia 22 Maret 2012. Sesuai dokumen yang menyertai, Herman terkena tembakan di kepala, sedangkan Abdul Kadir terkena tembakan banyak. Sementara Mad Noor terkena tembakan berganda.
Keluarga yang melihat mayat ketiga TKI itu di Malaysia, menemukan kejanggalan. Ketiga TKI mendapat jahitan di mata, lalu jahitan melintang dari dada dekat lengan kiri ke dada dekat lengan kanan.
Jahitan juga ada pada bagian tengah perut vertikal dari dada hingga perut bagian bawah pusar, serta jahitan melintang dari perut sebelah kanan ke perut sebelah kiri.
(fdn/fdn)










































