Kader HMI Demo, Tolak Rapimnas Dibuka Mega
Kamis, 12 Agu 2004 12:11 WIB
Jakarta - Sekitar 100 aktivis HMI dari Jakarta dan Jawa Barat berunjuk rasa menolak pembukaan Rapimnas PB HMI oleh Presiden Megawati, Kamis (12/8/2004).Aksi mereka gelar di seberang Istana Merdeka, sedangkan Rapimnas dibuka di Istana Negara, Jl.Veteran, Jakpus. Kedua tempat itu berada dalam satu kompleks.Dalam aksinya, pendemo mengajukan empat tuntutan. Pertama, kembalikan independensi HMI. Kedua, menolak rapimnas yang dibuka Mega di Istana Negara karena pendemo menilai rapimnas ini tidak independen.Alasannya, Mega kapasitasnya tidak hanya sebagai presiden tapi juga sebagai capres yang sangat membutuhkan dukungan banyak pihak. Ketiga, hapus watak-watak penjilat dalam tubuh HMI. Keempat, tolak rapimnas sebagai ajang politisasi.Para pendemo membawa sejumlah spanduk dan bendera HMI. Mereka mengaku baru akan bubar demo setelah pembukaan rapimnas berakhir.Sementara, 200-an peserta pembukaan Rapimnas PB HMI telah memasuki Istana Negara. Mereka menunggu kedatangan Presiden Mega untuk membuka kegiatan.Ketum PB HMI Hasanuddin menuturkan, pihaknya minta Mega membuka rapimnas lebih melihat kapasitas Mega sebagai presiden, bukan capres. "Maka wajar Rapimnas HMI dibuka oleh Megawati sebagai presiden. Jadi tidak ada deal apa pun. HMI tetap berada di jalurnya," tandas Hasanuddin.Hasanuddin juga menyatakan, dalam sejarahnya, Rapimnas PB HMI tidak pernah sekali pun dibuka oleh presiden.
(nrl/)











































