Saddam Serahkan Senjata Pemusnah Massal Pasca Perang Teluk

Saddam Serahkan Senjata Pemusnah Massal Pasca Perang Teluk

- detikNews
Kamis, 12 Agu 2004 11:32 WIB
Jakarta - Hingga saat ini pasukan AS belum juga menemukan senjata pemusnah massal di Irak. Tapi apakah senjata itu memang masih ada di negeri bekas rezim Saddam Hussein tersebut? Menurut ilmuwan yang mengepalai program nuklir Irak, Jaffar Dhia Jaffar, Saddam telah menyerahkan semua senjata pemusnah massal Irak pasca Perang Teluk tahun 1991 silam. "Tidak ada kemampuan itu. Tidak ada senjata kimia atau biologi atau apapun yang disebut senjata pemusnah massal," tutur Jaffar dalam wawancara dengan televisi BBC.Berbicara di Paris, Perancis, tempat ia sekarang tinggal, Jaffar mengatakan bahwa tidak ada "pengembangan" senjata kimia, biologi atau nuklir dalam masa setelah 1991. Demikian seperti diberitakan kantor berita AFP, Kamis (12/8/2004).Menurutnya, ia tahu fakta ini "karena saya berhubungan dengan orang-orang terkait hal tersebut." Jaffar mengelola program nuklir Saddam selama 25 tahun. Isu senjata pemusnah massal Saddam -- dan kekhawatiran senjata itu akan jatuh ke tangan para teroris dunia -- merupakan salah satu alasan utama yang dijadikan AS dan Inggris sebagai justifikasi invasi ke Irak, Maret 2003 lalu. Kini, hampir 18 bulan sejak itu, tidak ada satu pun senjata pemusnah massal yang ditemukan.Menurut Jaffar, Saddam mengambil keputusan pada Juli 1991 lalu untuk menghentikan program nuklir dan menghancurkan semua peralatan yang ada. "Kami mendapat perintah untuk menyerahkan peralatan itu ke Garda Republik dan mereka mendapat perintah untuk menghancurkan peralatan yang kami serahkan ke mereka," ujar Jaffar yang oleh sebagian kalangan dianggap sebagai bapak program nuklir Irak.Diungkapkan Jaffar, dirinya pernah didekati oleh AS untuk membelot. Namun ia tidak tertarik untuk melakukannya. "Saya pikir bukan hal yang benar untuk membelot," tandasnya. (ita/)


Berita Terkait