Selidiki Elya, Polisi Masih Tunggu Laporan Aria Bima

Selidiki Elya, Polisi Masih Tunggu Laporan Aria Bima

Mei Amelia R - detikNews
Kamis, 26 Apr 2012 12:43 WIB
Selidiki Elya, Polisi Masih Tunggu Laporan Aria Bima
Jakarta - Politikus PDIP yang juga Wakil Ketua Komisi VI DPR, Aria Bima, menyebut EGM sebagai orang yang menyudutkannya di kasus video porno mirip Karolin. Aria pun sempat melempar ancaman akan melaporkan EGM atau Elya G Muskitta ke polisi. Namun hingga kini polisi belum menerima laporan.

"Belum. Saudara Aria Bima belum ada laporan ke Polda Metro dalam kaitan video yang beredar itu," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, Saat dikonfirmasi, Kamis (26/4/2012(.

Rikwanto menjelaskan pihak kepolisian pun sudah bergerak melakukan analisa terhadap video itu. Pihaknya akan mengusut siapa yang mengupload pertama kali video itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita tetap selidiki, meski tidak. Kita tentu selidiki siapa yang mengupload yang pertama di internet," jelas Rikwanto.

Selain Aria, polisi juga membuka laporan dari masyarakat apabila mengetahui informasi tersebut. "Kalau ada yang mengetahui informasi soal tayangan-tayangan itu silakan saja dilaporkan, kita akan dalami," tuturnya.

Nama Elya disebut Aria Bima sebagai pihak yang menyudutkannya di kasus video porno itu. Aria membenarkan EGM adalah Elia G Muskitta juga Sekjen Parade Nusantara. Arie membenarkan EGM mempunyai website selain kilikitik.net yang sempat dibuatnya. Namun penelusuran detikcom, jejak Elya sudah tidak ada.

Pemantauan detikcom dari database whois, Rabu (25/4), jejak nama Muskitta sudah tidak ada. Nama Muskitta sebagai pemilik situs ini sudah dihapus. Penghapusan nama Muskitta sebagai pemilik situs kilikitik.net dilakukan pada 23 April 2012 pukul 12.33.51 GMT. Elya tidak bisa dikonfirmasi telepon selulernya. 2 Nomor telepon seluler yang dia miliki mati.

Terkait video itu, BK DPR berencana memanggil anggota Komisi IX DPR Karolin Margret. Pemanggilan bukan tanpa alasan, Karolin disebut-sebut sebagai wanita yang mirip dengan 'pemain' di video tersebut.

Ayah Karolin, Gubernur Kalbar Cornelis, sudah membantah kalau pemain di video itu putrinya. Dia yakin video itu palsu dan menyebutnya bermotif politik seiring Pilkada Kalbar pada September 2012. Karolin, lewat koleganya di PDIP, Aria Bima, juga sudah membantah soal video itu.

(ndr/)


Berita Terkait