"Siap. Saya sudah beberapa kali hadir di KPK. Jadi pertanyaan itu nggak relevan," ujar Anas di kantor KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis, (26/4/2012).
KPK berencana untuk memanggil Anas terkait kasus Hambalang meski sampai saat ini belum ada jadwal pasti pemeriksaan itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ignatius menyebut Ketua Umum PD itu mengontaknya agar bisa melobi Ketua Badan Pertanahan Nasional (BPN) Joyo Winoto.
"Saya ditanya soal dimintai tolong oleh Pak Anas, soal tanah Menpora kok nggak selesai-selesai," tutur Ignatius usai menjalani pemeriksaan di kantor KPK, Jl Rasuna Said, Jaksel, pada Senin 26 Maret 2012.
Ignatius mengaku dimintai tolong Anas untuk menelepon Joyo pada akhir tahun 2009, pada saat Anas masih menjabat sebagai ketua fraksi. Dia menyebut itu merupakan permintaan tolong Anas, bukan suatu perintah.
"Nggak perintah itu minta tolong. Dia bilang tolong tanyain tanah Menpora belum selesai-selesai. Setelah itu saya hubungi Mas Joyo tapi nggak bisa-bisa. Lalu, saya telepon Sestama," tutur anggota Komisi II ini.
Ignatius menyatakan, dirinya tak pernah bertemu dengan Joyo. Dia hanya bisa berkomunikasi via telepon. "Telepon. Saya bisanya telepon Sestama. Dia bilang, surat tanah Menpora masih dalam proses. Nanti kalau selesai saya beritahu," ujarnya.
(/aan)











































