Rektor UI Pasang Iklan, Mahasiswa Diimbau Tak Cemaskan Dana
Kamis, 12 Agu 2004 09:32 WIB
Jakarta - Terus menuai protes mahasiswanya karena uang pangkal bagi mahasiswa baru (maba) dinilai mengada-ada, Rektor UI pun pasang iklan di koran. Iklan itu berisi seruan agar mereka yang diterima di universitas yang berkampus di Depok itu tidak mengkhawatirkan soal dana.Iklan yang salah satunya dipasang di harian Kompas halaman 22 edisi Kamis (12/8/2004) itu ditujukan kepada calon mahasiswa UI yang telah lulus Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB). Teks selanjutnya berbunyi,"UI mengucapkan SELAMAT. Kesempatan Anda untuk mengikuti proses belajar di UI tidak akan dibatasi oleh keterbatasan dana."Dalam tubuh iklan itu, Rektor UI Usman Chatib Warsa menjelaskan bahwa UI ingin meningkatkan fasilitaspendidikan yang berimbas pada kualitas pendidikan. Karena itu, mustahil diraih dengan dana cekak.Karena itulah UI menerapkan, selain mahasiswa perlu membiayai studinya sesuai kemampuanya berupa biaya operasional pendidikan (BOP) dan pembiayaan pokok lain berupa uang pangkal/admission fee yang besarnya bervariasi, tergantung kepada bidang studi yang diminati calon mahasiswa.Rektor UI juga menekankan mahasiswa yang lulus SPMB dari keluarga tidak mampu agar tidak cemas. "Mereka akan diberi keringanan, mulai dari pengurangan uang pangkal dan atau mencicil uang pangkal, pembebasan uang pangkal dan atau biaya studi, dan bahkan pemberian beasiswa penuh. Oleh karena itu, masalah biaya jangan menjadi penghalang untuk menetapkan pilihan pendidikan yang baik dan berkualitas di UI," urai Rektor UI."Buang jauh-jauh alasan tidak memilih UI karena keterbatasan dana. Siapkan saja kemampuan akademik terbaikmu. Selamat memilih UI sebagai bagian penting dari rencana meraih cita-citamu!" begitu akhir iklan Rektor UI.Seperti diketahui, pada Senin lalu ribuan mahasiswa UI turun jalan menolak uang pangkal untuk mahasiswa baru senilai Rp 5-25 juta. Aksi mereka dilakukan dengan memblokir jalan menuju kampus UI Depok. Mereka mengancam akan melakukan aksi serupa pada hari selanjutnya.
(nrl/)











































